Mahasiswa STIP Jakarta Meninggal Dunia
Keluarga Vs STIP Soal Kelalaian, 'Tradisi Taruna' Tewaskan Putu Satria di Kampus Karena Seragam
STIP dan pikah keluarga Putu Satria berpolemik soal tanggung jawab terjadinya penganiayaan hingga berujung penghilangan nyawa.
Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM - Kasus tewasnya seorang taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Putu Satria Ananta Rustika (19) karena dihajar seniornya, Tegar Rafi Sanjaya (21), menimbulkan polemik.
Keluarga Putu menuding STIP lalai. Sementara pihak STIP memilih lepas tangan.
STIP menyebut, penganiayaan berujung hilang nyawa yang terjadi tidak dalam program pihak kampus.
Kronologi
Putu Satria tewas usai dianiaya di dalam toilet koridor kelas KALK C, lantai 2 gedung STIP Jakarta, Jumat pagi sekitar pukul 8.00 WIB.
Penganiayaan ini terjadi ketika korban dan empat rekan seangkatan lainnya sedang mengecek salah satu ruang kelas.
Saat turun ke lantai 2, rombongan korban dipanggil oleh tersangka yang saat itu juga sedang bersama-sama dengan empat orang lainnya yang merupakan taruna tingkat 2 STIP Jakarta.
Saat itu tersangka menanyakan alasan korban dan empat teman seangkatannya mengenakan baju olahraga.
Karena menurut para senior, para juniornya salah memakai baju olahraga, mereka menerapkan "tradisi taruna".
"Pelaku bersama empat rekannya, mereka menyebut sebagai tradisinya taruna."
"Ada penindakan terhadap junior, karena dilihat ada yang salah menurut persepsinya senior, sehingga dikumpulkan di kamar mandi," kata kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan, Sabtu (4/5/2024).
Gidion menjelaskan, saat peristiwa terjadi, Putu sedang bersama empat temannya.
Sementara, Tegar pun bersama empat temannnya.
Selain Putu, rencananya Tegar dan empat teman seangkatannya di tingkat 2 akan menghajar empat junior lainnya yang merupakan teman korban.
Namun, Putu yang berada di urutan pertama untuk dipukul sudah terlanjur lemas dan terkapar sehingga pemukulan terhadap empat taruna lain pun dibatalkan Tegar dan rekan-rekannya.
"Tradisi taruna" membuat Tegar semena-mena dengan Putu cuma karena perkara baju olahraga.
Putu Satria Ananta Rustika
Tegar Rafi Sanjaya
Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP)
Tumbur Aritonang
| Sederet Fakta Orang Tua Calon Taruna STIP Minta Seleksi Dibuka: Ratusan Anak Sudah Latihan Fisik |
|
|---|
| Orang Tua Calon Taruna Ngotot Sekolahkan Anaknya ke STIP, Tak Takut Potensi Jadi Korban Seperti Putu |
|
|---|
| Terpampang Foto Tersangka Utama Kematian Taruna STIP di Kuburan: 'Ini Wajah Pembunuh Saudara Kami' |
|
|---|
| Tiga Hari Sebelum Tewas, Taruna STIP Minta Hal Ini Ke Ayahnya: "Ini Seperti Keinginan Terakhirnya" |
|
|---|
| Digelar Hari Ini, Prosesi Pengabenan Putu Satria Taruna STIP Jakarta Diiringi Motor Kesayangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Ketua-STIP-Jakarta-AHmad-Wahid-dan-Pengacara-keluarga-Putu-Tumbur-Aritonang.jpg)