DPO Kasus Vina Cirebon Ditangkap

Pengacara Pegi Ternyata Eks TNI Spesialis Tempur, Terjun Operasi di Timor Timur, Aceh hingga Lebanon

Sosok Muchtar Effendi, pengacara yang sukses membebaskan Pegi Setiawan, ternyata punya rekam jejak militer.

|

TRIBUNJAKARTA.COM - Sosok Muchtar Effendi, pengacara yang sukses membebaskan Pegi Setiawan, ternyata punya rekam jejak militer.

Dia merupakan eks TNI Angkatan Darat (AD) yang selalu ditugaskan di medan tempur.

Semasa berseragam loreng, Muchtar pernah mengikuti Operasi Mapenduma di Irian Jaya (kini Papua), Timor Timur (kini Timor Leste) hingga Aceh dan menjadi pasukan perdamaian di Lebanon.

Mental petarung yang ditempa dari medan ke medan, membuat Muchtar memiliki keteguhan dalam membela orang yang diyakininya benar.

Muchtar membeberkan latar belakangnya di TNI saat diwawancara anggota DPR RI terpilih yang juga Youtuber, Dedi Mulyadi.

Pada 1991 Muchtar lolos pendaftaran TNI jalur Tamtama.

"Saya itu dulunya TNI Angkatan Darat Kostrad di Batalion kalau dulu namanya ya Batalion Infanteri Lintas Udara 330 yang ada di Cicalengka," kata Muchtar di video unggahan channel Youtube 'Kang Dedi Mulyadi Channel', tayang Selasa (9/7/2024).

Muchtar sempat menjalani pendidikan penerjunan di Kopassus pada tahun 1992.

lihat fotoKeinginan Pegi Usai Bebas, Ingin Temui Ibunda Almarhumah Vina
Keinginan Pegi Usai Bebas, Ingin Temui Ibunda Almarhumah Vina

Tahun 1994-1995, Muchtar ditugaskan ikut operasi di Timor Timur.

Saat itu, dia di bawah pimpinan Komandan Pleton, Tandyo Budi Revita. 

Tandyo sendiri kini berpangkat Letnan Jenderal (Letjen) dan menjadi orang nomor dua di AD.

"Bapak Wakasad sekarang ini itu Danton saya waktu di Timor Timur," kata Mucthar tersenyum.

Setahun kemudian, Muchtar bertugas di bawah komando Prabowo Subianto pada Operasi Mapenduma.

Di bawah pimpinan Prabowo yang berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen), Muchtar dan prajurit lainnya membebaskan sandera yang ditawan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Ada 26 sandera yang tujuh di antaranya merupakan warga negara asing. Empat dari Inggris, dua dari Belanda dan satu dari Jerman. Mereka sedang menjalani Ekspedisi Lorents 95 di Mapenduma saat itu.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved