Sisi Lain Megapolitan
Kisah di Balik Kecubung Amethyst, Batu yang Dahulunya Dipakai Para Raja dan Permaisuri
Para pedagang dan pecinta batu mulia yang tergabung di Asosiasi Kecubung Amethyst Indonesia (Akami) terus berupaya memperkenalkan batu Amethyst.
Penulis: Bima Putra | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
"Kelas yang dikonteskan itu ada sekitar 50 orang peserta berasal dari Bandung, Lampung, Tangerang dan Jakarta. Kami netral dalam kontes ini, panitia tidak boleh ikut kontes, apalagi pakai joki," tuturnya.
Kemudian pada sesi kegiatan kedua juga diadakan kontes batu bacan, garut dan kinyang, pesertanya diikuti dari pecinta batu asal Garut, Tasikmalaya, Bandung, Jakarta dan Bangka.
Kepala Pasar Rawa Bening, Ahmad Subhan menuturkan mengapresiasi upaya Akami untuk terus memperkenalkan batu Amethyst agar dapat semakin dikenal masyarakat.
"Semoga kontes ini membawa kebaikan khususnya perbatuan mulia di Indonesia dan Pasar Rawa Bening sebagai pusatnya perbatuan nusantara terbesar di Indonesia," kata Subhan.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
| Cerita Pilu Korban PHK Mudik Jalan Kaki Jakarta-Solo, Tetap Jalani Puasa di Bawah Terik Matahari |
|
|---|
| Kisah Asep, Suku Baduy Luar yang Keliling Jualan Madu: Aktif di Sosmed hingga Bermalam di Pos Polisi |
|
|---|
| Kisah Asep, Suku Baduy Luar yang Belasan Tahun Keliling Jualan Madu: Pilih Bermalam di Pos Polisi |
|
|---|
| Cerita Hendri Hasilkan Jutaan Rupiah dari Gelang Akar Bahar: Dicari Anak Muda Untuk Memikat Wanita |
|
|---|
| Cerita Karno, Jadi Pedagang Asongan Terlama di Pasar Rebo: Miliki Benjolan di Punggung Sejak Kecil |
|
|---|