Mirip Waketum Golkar Tanggapi Megawati soal Retret, SBY Tegas ke Kader Demokrat: Country Over Party!

Pernyataan SBY yang ditunjukkan kepada para Ketua DPD Demokrat se-Indonesia itu mirip sikap Partai Golkar menanggapi Instruksi Ketum PDIP, Megawati.

|
Youtube Partai Demokrat
SBY BICARA - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bicara kepda 38 Ketua DPD Demokrat di kediamannya, di bilangan Cikeas, Bogor, Minggu (24/2/2025). SBY bicara soal kepentingan partai yang harus berada di bawah kepentingan negara. 

Hingga Minggu (23/2/2025) malam, Megawati belum mencabut instruksinya untuk menahan kader ikut retret.

Puluhan kader PDIP yang menjadi kepala daerah pun masih menunggu di luar Akmil, kendati sudah siaga di Magelang dan sekitarnya.

Idrus mengatakan, pihaknya merasa perlu bersikap karena banyak kepala maupun wakil kepala daerah yang diusung Golkar berkoalisi dengan PDIP.

Bahkan, sejumlah kepala daerah menghubunginya langsung mempertanyakan sikap partai beringin.

Idrus mengatakan Retret Kepala Daerah adalah program pemberian orientasi kerja, sehingga penting buat kepala daerah baru.

Merujuk sistem presidential, Idrus menyebut para kepala daerah harus bersinergi dengan pemerintah pusat.

Dengan demikian, tegas Golkar mendukung program Retret Kepala Daerah dan mewajibkan kadernya yang menjadi kepala daerah untuk ikut.

"DPP Partai Golkar memerintahkan kepada seluruh kadernya wajib hukumnya mengikuti acara retret ini," tegas Idrus pada tayangan Breaking News Kompas TV, Jumat (28/2/2025).

"Kepada yang bukan kader, mengingatkan, bahwa ini adalah program pemerintah, program pusat yang harus diikuti bersama-sama, dan ini adalah kepentingan kepala daerah juga untuk mengantarkan mereka melaksanakan tugas profesional," lanjutnya.

Idrus menegaskan, kader Golkar yang terpilih jadi kepala daerah sudah diwakafkan untuk rakyat.

"Jadi ada adagium sering mengatakan ketika memulai tugas kepada rakyat dan bangsa, maka pada saat itu sejatinya loyalitas kepada partai tidak terdepan, bahkan ada mengatakan berakhir," tegas Idrus.

Mantan Sekjen Partai Golkar itu juga mengutip pidato Sukarno alias Bung Karno, Presiden pertama Indonesia yang juga ayah dari Megawati.

"Kepentingan negara lebih diutamakan dari pada kepentingan partai. Ini pidato Bung Karno tanggal 17 AGustus 1957."

"Kalau dalam bahasa Golkar, ini juga arahan Ketua Umum Bung Bahlil Lahadalia dalam satu arahannya mengatakan, kader-kader yang sudah ditugaskan untuk rakyat, sama dengan kader-kader bersangkutan sudah kami wakafkan untuk rakyat."

"Jadi ini kan seirama dan hakekatnya sama yang disampaikan Bung Bahlil Lahadalia dan Pidato Bung Karno 17 Agustus 1957," papar Idrus.

Instruksi Megawati

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved