Mirip Waketum Golkar Tanggapi Megawati soal Retret, SBY Tegas ke Kader Demokrat: Country Over Party!
Pernyataan SBY yang ditunjukkan kepada para Ketua DPD Demokrat se-Indonesia itu mirip sikap Partai Golkar menanggapi Instruksi Ketum PDIP, Megawati.
TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbicara soal falsafah partainya yang mendahulukan kepentingan negara melebihi kepentingan partai.
Pernyataan SBY yang ditunjukkan kepada para Ketua DPD Demokrat se-Indonesia itu mirip sikap Partai Golkar yang disampaikan Wakil Ketua Umumnya, Idrus Marham, dalam menanggapi Instruksi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri ke kadernya terkait program Retret Kepala Daerah.
Megawati menahan para kadernya, yang menjadi kepala daerah, untuk mengikuti retret.
Alasan Megawati "memboikot" program pemerintah pusat itu karena menimbang penahanan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto oleh KPK yang dianggap sebagai kriminalisasi.
Pernyataan SBY
SBY bicara soal falsafah dan sejarah partai saat silaturahmi dengan 38 Ketua DPD Demokrat di kediamannya, di bilangan Cikeas, Bogor, Minggu (24/2/2025).
"Negara dulu baru partai, country over party, ini nilai yang kita anut sejak Partai Demokrat berdiri," tegas SBY.
Presiden ke-6 RI itu mengatakan, tidak elok jika kepentingan yang diutamakan adalah partai, bahkan sampai mengorbankan kepentingan negara.
"Mudah-mudahan saya mendoakan yang di depan saya ke depan nanti sukses, berhasil dalam perjuangan politik. Tetapi politiknya kalau dipilih prioritasnya mana, country first, Indonesia first, baru party, baru yang lain-lain."
"Tidak elok tiba-tiba yang dikedepankan partainya, keluarganya, family, it's not etika dan moral politik yang kita anut sejak dulu," paparnya,
Menurutnya, partai harus mengakomodasi aspirasi masyarakat dan diterjemahkan dalam bentuk kebijakan yang segaris antara pemerintah daerah dengan pusat.
"Ayo kita jaga nilai-nilai yang kita yakini sebagai partai, etika, moral, penghormatan kepada konstitusi, Undang-Undang, tatanan sistem, hubungan dengan rakyat, mendengarkan aspirasi mereka, agar kebijakan nanti di pusat dan di daerah pas, pas secara konstitusional, pas sesuai visi pemimpin, dan pas sesuai harapan rakyat Indonesia," jelasnya.
SBY juga menegaskan sikap Demokrat yang mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kita dukung Pak Prabowo agar sukses, etikanya begitu, kita agian dari pemerintahan, mendukung dan mengawal," pungkasnya.
Golkar Tanggapi Megawati
Pernyataan SBY mirip dengan Wakil Ketua Umum Golkar, Idrus Marham saat menyikapi instruksi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang menahan kadernya ikut retret.
Seperti diketahui, acara retret atau pembekalan kepala daerah itu digelar di Akademi Militer (Akmil), Magelang, mulai hari ini, Jumat (21/2/2025) sampai Jumat (28/2/2025).
Puan Umumkan Prabowo Bertemu Megawati untuk Kedua Kalinya, Pengamat Bacakan Latar Belakangnya |
![]() |
---|
Prabowo Akan Bertemu Megawati, Pengamat Baca Latar Terkait Jarak Psikologis dengan Jokowi dan SBY |
![]() |
---|
Megawati Tantang Prabowo Berantas Buzzer, Rocky Gerung Ungkit Termul: Cegah Pemakzulan Gibran |
![]() |
---|
PSI Jakarta Mulai Senggol Megawati, Patung Fatmawati Dibilang Ambisi Pramono Bikin Senang Ketum PDIP |
![]() |
---|
Patung Fatmawati Hadir di Taman Bendera Pusaka, Ada Pesan Khusus Megawati untuk Pramono Anung |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.