Amerika dan Israel Serang Iran

Ketegangan Arus Dinamika Global: Iran dan Politik Keteguhan Ideologis

Posisi Iran di kawasan Asia Barat menjadikan tidak terlepas dari dinamika geopolitik global yang sarat kepentingan politik, ekonomi, dan tekhnologi.

Editor: Wahyu Septiana

Oleh Fairus Ramadhan (Mahasiswa Universitas Az-Zaitunah, Tunisia)

TRIBUNJAKARTA.COM - Konflik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah kembali menarik perhatian masyarakat internasional.

Di tengah situasi yang kompleks tersebut, Iran muncul sebagai salah satu negara yang kerap diperbincangkan, terutama karena kemampuannya mempertahankan kedaulatan nasional di tengah berbagai tekanan eksternal.

Posisi Iran di kawasan Asia Barat menjadikannya tidak terlepas dari dinamika geopolitik global yang sarat kepentingan politik, ekonomi, dan tekhnologi.

Di sisi lain, sejumlah negara di Timur Tengah menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam menjaga stabilitas nasionalnya.

Permasalahan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan konflik keamanan, tetapi juga menyangkut arah moral dan ideologi kebangsaan.

Ketergantungan terhadap kekuatan global tertentu, khususnya Amerika Serikat, sering kali memunculkan dilema politik bagi negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, dan Kuwait.

Dalam kondisi demikian, ruang pengambilan keputusan strategis menjadi semakin terbatas, sehingga upaya mempertahankan kedaulatan nasional tidak selalu berjalan secara independen.

DIHANTAM RUDAL ISRAEL - Kondisi gedung sekolah dasar (SD) Shajareye Tayabeh di Kota Minab, Hormozgan, Iran Selatan, usai dihantam rudal Israel, Sabtu (28/2/2026) pagi.
DIHANTAM RUDAL ISRAEL - Kondisi gedung sekolah dasar (SD) Shajareye Tayabeh di Kota Minab, Hormozgan, Iran Selatan, usai dihantam rudal Israel, Sabtu (28/2/2026) pagi. (TRIBUNNEWS.COM/Tangkap layar Instagram)

Berbeda dengan kecenderungan tersebut, Iran menunjukkan pendekatan yang relatif konsisten dalam mempertahankan prinsip politik negaranya.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, berulang kali menegaskan pentingnya persatuan nasional dan keteguhan ideologi sebagai fondasi utama kekuatan negara.

Baginya, kekuatan bangsa tidak semata diukur melalui kemampuan militer ataupun teknologi pertahanan, melainkan melalui kesadaran kolektif rakyat terhadap nilai dan identitas nasional yang mereka yakini bersama.

Pandangan tersebut menjadikan ideologi bukan sekadar konsep abstrak, tetapi bagian dari strategi pertahanan negara.

Dalam menghadapi tekanan internasional, termasuk dari Amerika Serikat dan Israel, Iran menempatkan solidaritas masyarakat sebagai elemen penting dalam menjaga stabilitas nasional.

Ketahanan sosial inilah yang kemudian membentuk daya tahan politik negara di tengah berbagai bentuk intervensi.

Sejarah hubungan Iran dengan negara-negara Barat menunjukkan bahwa tekanan ekonomi, sanksi politik, hingga pembatasan pengaruh regional telah berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved