Amerika dan Israel Serang Iran

Ketegangan Arus Dinamika Global: Iran dan Politik Keteguhan Ideologis

Posisi Iran di kawasan Asia Barat menjadikan tidak terlepas dari dinamika geopolitik global yang sarat kepentingan politik, ekonomi, dan tekhnologi.

Tayang:
Editor: Wahyu Septiana

Kebijakan tersebut pada dasarnya diarahkan untuk melemahkan posisi strategis Iran.

Namun demikian, respons yang ditunjukkan Iran justru memperlihatkan kecenderungan sebaliknya, yakni memperkuat konsolidasi internal serta mempertahankan sikap politik yang dianggap sejalan dengan kepentingan nasionalnya.

Ketegangan kembali meningkat ketika pada 28 Februari 2026 Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Peristiwa ini dipahami sebagai bagian dari kekhawatiran terhadap meningkatnya pengaruh Iran dalam percaturan geopolitik global. 

Meskipun demikian, sebelumnya Pemimpin Tertinggi Iran telah menyatakan bahwa negaranya tidak akan memulai agresi selama kedaulatan nasional tetap dihormati oleh pihak lain.

Pasca kejadian tersebut, respons masyarakat Iran menunjukkan adanya solidaritas nasional yang tetap terjaga.

Tekanan eksternal maupun kerugian yang ditimbulkan tidak serta-merta menggoyahkan komitmen negara dalam mempertahankan kedaulatan melalui ideologi yang dianut.

Dalam situasi krisis sekalipun, ideologi tetap berfungsi sebagai faktor pemersatu yang menjaga stabilitas internal bangsa.

Dampak konflik ini berpotensi meluas ke kawasan Timur Tengah secara keseluruhan, terutama bagi negara-negara yang memiliki hubungan strategis dengan Amerika Serikat.

Ketegangan geopolitik semacam ini tidak hanya memengaruhi aspek keamanan, tetapi juga stabilitas ekonomi dan politik regional.

Dari perspektif yang lebih luas, pengalaman Iran menunjukkan bahwa keberadaan ideologi negara memiliki peran penting dalam menjaga kemandirian politik suatu bangsa.

Gagasan tersebut sejalan dengan pemikiran Bapak Bangsa Indonesia, Ir. Soekarno, yang menempatkan ideologi sebagai dasar filsafat sekaligus pandangan hidup bangsa.

Ideologi, dalam konteks ini, tidak hanya menjadi arah perjuangan politik, tetapi juga sumber kekuatan kolektif yang mampu menjaga persatuan nasional di tengah tekanan global.

Hasil nyata dari peneguhan ideologi di suatu negara yaitu tercapainya kemerdekaan Indonesia dengan pancasila.

Sikap yang ditunjukkan Iran dan Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan bangsanya dengan berpegang teguh pada ideologi menunjukkan kepada masyarakat dunia bahwa sebuah negara atau bangsa yang besar dibangun melalui ideologi yang dipahami dan diyakini bersama, sehingga mampu tetap konsisten dalam menghadapi berbagai konflik yang muncul dalam dinamika global saat ini.

Berita Terkait

Baca juga: Konflik AS-Israel dan Iran Memanas, Dimana Nasib Wagub Rano yang Lagi Umrah?

Baca juga: Pramono Anung Wanti-wanti Dampak Konflik AS-Iran, Harga Barang di Jakarta Bisa Meroket

Baca juga: Perang AS-Israel VS Iran Berdampak Sampai ke Pasar Koja Baru Jakarta Utara, Harga Emas naik

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved