Investasi Kripto
Mengapa Bitcoin Disebut Emas Digital? Ini Penjelasan Analis Kripto
Julukan “emas digital” kerap disematkan pada Bitcoin sejak beberapa tahun terakhir.
Bahkan dalam jangka panjang, beberapa analis memperkirakan Bitcoin berpotensi masuk dalam cadangan aset keuangan global, meskipun emas kemungkinan masih tetap menjadi aset lindung nilai utama.
Selain faktor kelangkaan, Bitcoin juga dianggap menarik karena sifatnya yang terdesentralisasi. Tidak seperti mata uang fiat yang dikontrol oleh bank sentral, Bitcoin berjalan di atas teknologi blockchain yang tidak dikendalikan oleh satu otoritas tertentu.
Karakteristik ini membuat sebagian investor melihat Bitcoin sebagai aset yang relatif independen dari kebijakan moneter pemerintah, terutama ketika bank sentral mencetak uang dalam jumlah besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Meski demikian, tidak semua analis sepakat bahwa Bitcoin sepenuhnya dapat menggantikan emas sebagai aset safe haven.
Sebagian pengamat menilai volatilitas harga kripto yang masih tinggi membuat Bitcoin sering bergerak seperti aset berisiko, mirip saham teknologi.
Namun seiring meningkatnya adopsi kripto oleh investor ritel maupun institusi besar di seluruh dunia, narasi Bitcoin sebagai “emas digital” diperkirakan akan terus berkembang dalam lanskap keuangan global.
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
| Bitcoin Gagal Tembus 80.000 Dolar US, Analis Sebut Investor Sedang Kurang tartarik Aset Kripto |
|
|---|
| Analis Kripto Baca Potensi Bitcoin Menuju 80.000 Dolar US: Sedang Bangun Fondasi Support |
|
|---|
| Transaksi Kripto di Indonesia Melesu, Perang Dagang hingga Perang Senjata Sama-Sama Beri Dampak |
|
|---|
| 26 Hari Perang Timur Tengah: Emas Anjlok 15 Persen, Kripto Hijau |
|
|---|
| Ini Strategi Investasi Kripto yang Gak Pake Emosi, Tenang saat Harga Turun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-bitcoin-0.jpg)