Investasi Kripto

26 Hari Perang Timur Tengah: Emas Anjlok 15 Persen, Kripto Hijau

Perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran sejak akhir Februari 2026 memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan emas dan kripto

Tayang:
Kontan
Ilustrasi perbandingan emas dan Bitcoin. 

Perbedaan ini mencerminkan karakter masing-masing instrumen dalam merespons ketidakpastian global.

Kenaikan Bitcoin dan Penurunan Emas

Antony Kusuma, Vice President Indodax, mengatakan, Bitcoin dengan segala keistimewaan sistemnya, membuatnya tangguh dalam situasi ketegangan geopolitik.

“Karakteristik Bitcoin yang terdesentralisasi, dapat diperdagangkan 24 jam, serta tidak bergantung pada sistem perbankan konvensional menjadikannya relevan di tengah terganggunya stabilitas sistem keuangan akibat konflik geopolitik,” kata Antony dalam siaran pers.

Mengutip Kontan, Kepala Strategi Logam JPMorgan, Greg Shearer berpendapat penurunan harga emas dipicu oleh aksi jual di tengah lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah, yang menimbulkan kekhawatiran inflasi. 

Tekanan juga datang dari penguatan dolar AS dan meningkatnya keuntungan obligasi, sehingga emas menjadi kurang menarik dibandingkan aset yang memberikan imbal hasil rutin.

Ketegangan di wilayah Selat Hormuz meningkatkan risiko inflasi akibat lonjakan harga energi, mendorong ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Dalam kondisi ini, emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung kehilangan daya tarik, khususnya bagi investor institusional.

Meski Bitcoin menunjukkan ketahanan, pasar kripto tetap volatil dengan sentimen berhati-hati. Faktor makroekonomi seperti inflasi dan kebijakan suku bunga diperkirakan akan terus memengaruhi pergerakan harga ke depan. 

Para investor disarankan tetap memperhatikan manajemen risiko dan memahami dinamika pasar sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved