TOPIK
Rusuh di Papua
-
Sekjen Federasi KontraS, Andy Irfan Junaedi membeberkan alasan mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Tambaksari, Surabaya, menolak kunjungan dari DPR RI.
-
Menurutnya, imbauan Presiden agar masyarakat Bumi Cendrawasih bersabar, tidak cukup mengatasi persoalan tersebut.
-
Agung mengatakan, ke 20 orang tersebut akan diproses secara hukum. Agung menegaskan bahwa tidak ada pembenaran apapun dari unjuk rasa anarkis
-
Fadli Zon dan rombongan anggota DPR RI dapil Papua dan Papua Barat diketahui tidak dapat masuk ke dalam Asrama Mahasiswa Papua.
-
Permintaan maaf yang dimaksud terkait insiden penggerudukan asrama mahasiswa Papua di Surabaya.
-
AKBP Mathias Krey mengatakan, saat ini Kapolres Fakfak bersama aparat TNI dan Polri sudah berada di lokasi guna mengamankan massa.
-
Menurutnya, imbauan Presiden agar masyarakat Bumi Cendrawasih bersabar, tidak cukup mengatasi persoalan tersebut.
-
Ormas yang dipanggil dalah Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (FKPPI), Pemuda Pancasila, dan Front Pembela Islam (FPI).
-
Papua sempat memanas menyusul aksi persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur
-
Aksi massa yang terjadi di Manokwari, Sorong, dan Jayapura itu diduga buntut dari dugaan persekusi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.
-
Peristiwa di tanah Cendrawasih merupakan penggalangan opini, guna membawa isu referendum Papua Barat merdeka ke dunia internasional
-
aksi spontan mahasiswa asal Papua terkait tindakan rasis tersebut dilakukan karena mereka ingin menyuarakan pendapat.
-
Rieke berpesan, jangan ada lagi kalimat yang menyinggung perasaan orang lain.
-
"Memastikan bahwa wilayah Kota Tangerang kita nyatakan aman dan tidak terprovokasi. Kita bisa memberikan jaminan keamanan," ujar Kapolres.
-
Persoalan rasisme terhadap warga Papua lebih khusus mahasiswa yang kuliah di Jawa Timur, tidak bisa diselesaikan dengan hanya minta maaf.
-
"Kita Kriting Rambut, Hitam Kulit, Orang Asli Indonesia," pekik Sabil saat berorasi.
-
Mahasiswa asal Papua di Ciputat, berunjuk rasa menuntut Jokowi meminta maaf kepada masyarakat Papua.
-
Puluhan mahasiswa asal Papua yang berkuliah di Tangse mengatasnamakan diri Aliasnsi Mahasiswa Timur Malaenesia, berunjuk rasa di depan UIN.
-
Ia melihat, peristiwa yang terjadi di tanah Cendrawasih merupakan penggalangan opini, guna membawa isu referendum Papua Barat merdeka ke dunia
-
Kondisi terkini di Manokwari dan Sorong di Papua Barat serta wilayah Papua lainnya sudah berangsur kondusif, Selasa (20/8/2019).
-
Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, dua akun medsos itu terdiri dari satu akun Youtube dan satu akun Facebook
-
Aksi massa yang terjadi di Manokwari, Sorong, dan Jayapura itu diduga buntut dari dugaan persekusi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.
-
Selain itu mereka juga meminta kekerasan terhadap masyarakat Papua dihentikan.
-
Dalam pertemuan itu, para mahasiswa yang berkuliah di kampus STT-PLN sepakat membacakan deklarasi damai.
-
Nurdin mengaku yakin kerusuhan di Surabaya dan Manokwari tak mempengaruhi mahasiswa asal Papua di Jakarta.
-
Ahmad Ali minta media Asing agar obyektif memandang proses dan fakta kebijakan Pemerintah pusat di Papua saat ini.
-
Fajar juga berharap aparat kepolisian dan TNI tidak bersifatrepresif saat menangani kericuhan di sana.
-
Pelambatan akses dilakukan secara bertahap sejak Senin (19/8/2019) pukul 13.00 WIT.
-
Wiranto menyoroti permintaan maaf yang disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parwansa.
-
"Umpatan dan kata-kata rasis itu yang memantik kericuhan di Manokwari dan Jayapura," ujar Fajar di Sekretariat Kosapmaja
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved