Pilpres 2019
Jokowi Gratiskan Jembatan Suramadu: Timses Bantah Pencitraan, Kubu Prabowo Lihat Strategi Kampanye
Presiden Joko Widodo menggratiskan Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) sejak Sabtu (27/10/2018). Keputusan itu pun menimbulkan berbagai reaksi.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Wahyu Aji
Nizar menilai pemerintah perlu menggratiskan sejumlah jalan tol lain agar ada keadilan yang sama.
Misalnya jalan tol Jagorawi yang merupakan jalan tol pertama di Indonesia.

"Penggratisan jalan tol Suramadu ini agak sulit dilepaskan dengan adanya strategi kampanye merebut kembali suara pemilih di Madura. Jadi ini adalah mengorbankan PNBP yang masuk ke pendapatan negara," kata Nizar.
Padahal, kata Anggota Banggar DPR itu, di sebelah tol Suramadu ada pelabuhan penyebrangan Kamal-Perak yang sampai hari ini masih bayar.
"Kalau memang alasannya adalah ekonomi dan harga barang-barang bisa turun. Kenapa pelabuhan kamal-perak tidak di resmikan juga untuk di gratiskan?" tanya Nizar.
Nizar pun meminta Jokowi berhati-hati bermain-main dengan program pemerintah untuk kepentingan kampanye.
Ia mengingatkan keuangan negara kini tengah sulit sehingga setiap pemasukan dan potensi kerugian negara harus diperhitungkan.
"Minta pemerintah untuk menjelaskan kajian tentang nilai ekonomisnya mengapa tol Suramadu digratiskan. Jangan sampai karena kepentingan jangka pendek memenangkan Pilpres 2019, Jokowi mengorbankan keuangan pemerintah/BUMN," katanya.
Sementara Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PAN, Faldo Maldini menyebut kebijakan Presiden Jokowi untuk menggratiskan biaya tarif tol Jembatan Suramadu sarat akan muatan politis.

"Ya kalau kita sih kalau saya melihat di momen seperti sekarang hal tersebut tidak bisa dipisahkan (muatan politis -red)," ujar Faldo, di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Minggu (28/10/2018).
Menurut Faldo hal tersebut wajar karena Jokowi yang notabene capres petanaha, diuntungankan dengan kebijakan yang diambil.
• Respon Fadli Zon Hingga Sandiaga Soal Presiden Jokowi Gratiskan Tarif Tol Jembatan Suramadu
• Tol Suramadu Digratiskan, Sandiaga Uno Justru Soroti Tol yang Sudah Dibangun Puluhan Tahun
• Petugas Tembak Bandar 5,5 Kilogram Sabu di Jembatan Suramadu, Terpantau Sejak di Kepulauan Riau
"Petahana punya previllege punya keberkahan untuk menggunakan itu ya silahkan aja bagi kita enggak masalah tapi yang penting bagaimana caranya manfaat yang bagi rakyat Madura dan Surabaya itu benar-benar terasa," ujar Faldo.
"Namun yang jauh lebih penting adalah kita sangat paham itu adalah kemewahan yang dimiliki oleh petahana bahwa mereka bisa mengambil kebijakan ABCD tapi ya its oke," sambungnya. (Tribunnews.com/TribunJakarta.com)