Abu Bakar Baasyir Bebas

Bebasnya Abu Bakar Ba'asyir Masih Dikaji, Sudjiwo Tedjo Singgung Sabdo Pandito Ratu

Budayawan Sudjiwo Tedjo mencuitkan Sabdo Pandito Ratu setelah Menko Wiranto menyinggung ucapan Jokowi soal pembebasan Abu Bakar Ba'asyir.

Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/Naufal Fauzy
Yusril Ihza Mahendra bersama terpidana Abu Bakar Ba'asyir di Lapas Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jumat (18/1/2019). 

Dalam cuitannya Sudjiwo Tedjo hanya memperlihatkan tanya jawab Punakawan antara Gareng, Petruk, Bagong dan Semar soal sabda raja.

"Gareng-Petruk-Bagong: Semar, jelaskan pada kami makna Sabdo Pandito Ratu.

Semar: Sabdo Pandito Ratu maknanya, pemimpin kalau bersabda harus final, sekali jadi, karena sudah melalui kajian yang berulang-ulang dari segenap bidang dan jajarannya," cuit Sudjiwo Tedjo.

Cuitan Sudjiwo Tedjo tentang Sabdo Pandito Ratu kemudian ditanggapi Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini ikut menyinggung suluk Sudjiwo Tedjo selaku Ki Dalang.

"Dan biasanya Ki Dalang masih sama suluknya, yaitu :”Sabdo Pandito Ratu, Tan Keno Wolawali”, antara lain krn :”Ajining diri dumunung aneng lathi”. Betul kan Ki Semar?" cuit politikus PKS ini.

Sabdo Pandito Ratu, Tan Keno Wolawali kurang lebih artinya ucapan pendeta atau raja, tidak boleh diulang.

Sedangkan ungkapan Ajining diri dumunung aneng lathi dapat diartikan kepribadian yang murni tercermin dalam ucapannya.

Tak jelas, apakah Hidayat Nur Wahid betul-betul bertanya kepada Sudjiwo Tedjo soal ini atau ingin mengkonfirmasi tindakan etis seorang pemimpin atas ucapannya menurut Semar.

Gus Nadir singgung alasan kemanusiaan

Intelektual muda Nahdlatul Ulama Nadirsyah Hosen turut mengomentari langkah Presiden Jokowi membebaskan mantan pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia. 

Pria yang akrab disapa Gus Nadir ini mempertanyakan pertimbangan Jokowi membebaskan Ba'asyir karena kemanusiaan.

Dikutip dari tayangan Headline News Metro TV pada Jumat (18/1/2019) sore, Yusril mengungkapkan bahwa sebentar lagi Abu Bakar Ba'asyir akan bebas bersyarat.

Yusril mengunjungi Abu Bakar Ba'asyir di Lapas Gunung Sindur Jumat siang.

Penasehat Hukum TKN Jokowi-Ma'ruf Amin itu menyebutkan Presiden Jokowi setuju membebaskan Abu Bakar Baasyir karena alasan kemanusiaan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved