Abu Bakar Baasyir Bebas
Bebasnya Abu Bakar Ba'asyir Masih Dikaji, Sudjiwo Tedjo Singgung Sabdo Pandito Ratu
Budayawan Sudjiwo Tedjo mencuitkan Sabdo Pandito Ratu setelah Menko Wiranto menyinggung ucapan Jokowi soal pembebasan Abu Bakar Ba'asyir.
Penulis: Yogi Gustaman | Editor: Wahyu Aji
Seluruh tamu yang akan datang ke rumah akan dipilah untuk berbincang dengan mantan pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia tersebut.
Pemilahan tamu untuk mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan baik oleh keluarga, maupun keamanan nasional.
"Kami sendiri yang akan memilah siapa saja yang boleh datang. Jadi, tidak perlu ada yang dikhawatirkan," tukasnya.
Ia mengaku keluarga akan lebih fokus untuk penyembuhan penyakit yang diderita oleh Ba'asyir.
"Sakitnya beliau itu mungkin ada di seluruh bagian tubuhnya. Dari mulai kepala sampai kaki," ungkap Rochim.
Menurut dia, kaki ayahnya bengkak karena permasalahan urat vena.
Sementara lutut mengalami pengapuran, pinggang kram.
"Dari perut sampai ke pinggang kemudian kepala juga sering mengeluh pusing pada jam-jam tertentu. Sehat tapi sehatnya orang tua," kata Rohim.
Ia menilai wajar jika Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengambil kebijakan untuk membebaskan ayahnya atas dasar kemanusiaan.
"Maka kami memandang sangat wajar sekali dan seharusnyalah Bapak Presiden mengambil kebijakan seperti ini atas nama kemanusiaan untuk membeaskan beliau dan mengembalikan kepada keluarganya. Mudah-mudahan ini dilancarkan oleh Allah Swt dan tidak ada halangan lagi," kata Rohim.
Ia berharap kepada masyarakat agar mendoakan proses pembebasan ayahnya yang rencananya akan dilakukan pada pekan keempat Januari 2019.
"Kami berharap kepada seluruhnya khususnya kaum muslimin di negara ini supaya mendoakan agar proses kepulangan dan pembebasan beliau lancar dan bisa kembali kepada keluarga karena memang kondisi beliau yang memang sudah sangat sepuh, tua," kata Rohim. (TribunJakarta.com/Tribunnews.com)