Abu Bakar Baasyir Bebas

Bebasnya Abu Bakar Ba'asyir Masih Dikaji, Sudjiwo Tedjo Singgung Sabdo Pandito Ratu

Budayawan Sudjiwo Tedjo mencuitkan Sabdo Pandito Ratu setelah Menko Wiranto menyinggung ucapan Jokowi soal pembebasan Abu Bakar Ba'asyir.

Bebasnya Abu Bakar Ba'asyir Masih Dikaji, Sudjiwo Tedjo Singgung Sabdo Pandito Ratu
Tribunnews.com/Naufal Fauzy
Yusril Ihza Mahendra bersama terpidana Abu Bakar Ba'asyir di Lapas Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jumat (18/1/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir dari Lapas Gunung Sindur yang tinggal sehari lagi masih akan ditimbang pemerintah.

Ihwal itu disampaikan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto kepada wartawan di kantornya, Kemenkopolhukam, Senin (21/1/2019).

Sehari setelah sikap Pemerintah keluar terkait bebasnya Ba'asyir, Budayawan Sudjiwo Tedjo membuat cuitan tentang Sabdo Pandito Ratu yang melibatkan empat punakawan.

Apa sebenarnya yang ingn disampaikan Sudjiwo Tedjo? Cuitannya bisa jadi menyoal pernyataan bawahan Presiden Jokowi, Menko Wiranto tentang pembebasan Ba'asyir.

Menurut Wiranto, pembebasan Ba'asyir masih perlu dipertimbangkan dari banyak aspek.

"Seperti aspek ideologi Pancasila, NKRI, hukum dan lain sebagainya," kata Wiranto membaca naskah siaran persnya kemarin.

Keluarga Ba'asyir telah mengajukan permintaan pembebasan sejak 2017.

Ba'asyir yang divonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pidana 15 tahun hukuman penjara sejak 2011 kini sudah berusia sepuh dan sakit-sakitan.

Kesehatannya pun semakin memburuk.

Presiden Jokowi, lanjut Wiranto, sangat memahami permintaan keluarga tersebut.

Halaman
1234
Penulis: yogi gustaman
Editor: Wahyu Aji
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved