Tak Dapat Bantuan Perbaikan Rumah, Warga Balekambang Korban Banjir Ciliwung Masih Mengungsi

Wacana perbaikan rumah warga Kelurahan Balekambang korban banjir luapan Sungai Ciliwung hingga kini belum terealisasi.

Tak Dapat Bantuan Perbaikan Rumah, Warga Balekambang Korban Banjir Ciliwung Masih Mengungsi
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Rumah warga Kelurahan Balekambang yang rusak diterjang banjir luapan Sungai Ciliwung, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (16/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Wacana perbaikan rumah warga Kelurahan Balekambang korban banjir luapan Sungai Ciliwung hingga kini belum terealisasi.

Wacana perbaikan tersebut sempat dilontarkan Camat Kramat Jati Eka Darmawan dan Lurah Balekambang Mintarsih.

11 warga Balekambang yang rumahnya rusak diterjang banjir luapan Sungai Ciliwung pada bulan April 2019 lalu belum menerima bantuan uang atau bahan material dari pemerintah.

Hal ini disampaikan Irda Yunita (34), warga RW 05 yang bagian atap depan, jendela, dan tembok ruang keluarga rumahnya lenyap diterjang banjir dengan ketinggian sekitar tiga meter.

"Belum dapat bantuan sama sekali. Jangankan uang buat perbaikan rumah, batu bata satu saja enggak dapat. Makannya sampai sekarang rumah masih rusak," kata Irda di Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (16/6/2019).

Rumah warga Kelurahan Balekambang yang rusak diterjang banjir luapan Sungai Ciliwung, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (16/6/2019).
Rumah warga Kelurahan Balekambang yang rusak diterjang banjir luapan Sungai Ciliwung, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (16/6/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Selama delapan tahun bermukim di dekat bantaran Sungai Ciliwung, Irda mengaku bukan kali ini saja kediamannya rusak berat dihantam banjir.

Setidaknya sudah tiga kali rumahnya rusak berat diterjang arus banjir Sungai Ciliwung dan harus dia perbaiki dengan dana dari dompetnya sendiri.

"Dari dulu memang enggak pernah dapat bantuan sama sekali. Tapi kata warga yang sudah lama tinggal di sini, dulu sempat ada bantuan uang perbaikan untuk warga yang rumahnya rusak," ujarnya.

Rubiyati (54), warga RW 05 lainnya yang seluruh bagian plafon rumahnya jebol karena tak kuat menahan beban lumpur bercampur sampah juga mengaku belum menerima bantuan perbaikan.

Halaman
1234
Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved