Kebijakan Ganjil Genap
Manajer Restoran di Gunung Sahari Mengeluh Soal Ganjil Genap, Kemarin Cuma 1 Meja yang Makan
Manajer Rumah Makan Sederhana Mangga Dua, Sulfa (44) mengaku khawatir dengan adanya perluasan ganjil genap ini.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Dampak adanya perluasan sistem ganjil genap tak hanya dirasakan pengendara mobil, tapi juga pengelola rumah makan.
Di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, pengelola rumah makan merasakan sepinya tamu pada hari pertama sosialisasi ganjil-genap, Senin (12/8/2019) kemarin.
Manajer Rumah Makan Sederhana Mangga Dua, Sulfa (44) mengaku khawatir dengan adanya perluasan ganjil genap ini.
Sulfa mengaku khawatir ganjil-genap bisa membuat tamu rumah makannya tak ramai lagi.
Sebab, mayoritas tamu RM Sederhana Mangga Dua adalah orang kantoran atau wisatawan yang memakai mobil pribadi.
• Hari Pertama Sosialisasi Perluasan Ganjil Genap, Jalan Salemba Raya Hingga Kramat Raya Lancar
"Kalo ganjil genap ini kan akan pengaruh dengan omset, akan menurun sih. Ada kekhawatiran ke situ," kata Sulfa saat ditemui TribunJakarta.com, Selasa (13/8/2019).
Bahkan, Sulfa mengaku rumah makannya mengalami kemerosotan pengunjung di hari pertama sosialisasi kemarin.
Penurunan jumlah pengunjung, lanjut Sulfa, terjadi antara pukul 16.00-21.00 WIB atau di sekitar waktu pelaksanaan sosialisasi perluasan ganjil genap.
Dari biasanya sekitar 10 meja terisi di jam-jam tersebut, kemarin hanya ada satu meja yang terisi.
"Kemaren aja baru pertama sosialisasi, sepi itu sorenya. Biasanya mah ada 10 meja orang makan. Kemaren mah cuman satu meja," ucap Sulfa.
Sulfa juga mengatakan bahwa di hari pertama sosialisasi ganjil-genap kemarin, tak ada satupun mobil yang parkir di depan rumah makannya.
"Biasanya kan sore itu rame, pasti adalah 3 mobil masuk sini. Kemaren mah boro-boro nggak ada yang parkir," ucap dia.
Pengelola Rumah Makan Surya yang juga berada di Jalan Gunung Sahari, juga mengeluhkan hal yang sama.
Darwan (67) mengaku juga memprediksi adanya penurunan tamu seiring berjalannya sosialisasi ganjil-genap.