Kebijakan Ganjil Genap

Manajer Restoran di Gunung Sahari Mengeluh Soal Ganjil Genap, Kemarin Cuma 1 Meja yang Makan

Manajer Rumah Makan Sederhana Mangga Dua, Sulfa (44) mengaku khawatir dengan adanya perluasan ganjil genap ini.

Manajer Restoran di Gunung Sahari Mengeluh Soal Ganjil Genap, Kemarin Cuma 1 Meja yang Makan
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Rumah Makan Sederhana Mangga Dua yang terletak di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (13/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Dampak adanya perluasan sistem ganjil genap tak hanya dirasakan pengendara mobil, tapi juga pengelola rumah makan.

Di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, pengelola rumah makan merasakan sepinya tamu pada hari pertama sosialisasi ganjil-genap, Senin (12/8/2019) kemarin.

Manajer Rumah Makan Sederhana Mangga Dua, Sulfa (44) mengaku khawatir dengan adanya perluasan ganjil genap ini.

Sulfa mengaku khawatir ganjil-genap bisa membuat tamu rumah makannya tak ramai lagi.

Sebab, mayoritas tamu RM Sederhana Mangga Dua adalah orang kantoran atau wisatawan yang memakai mobil pribadi.

Hari Pertama Sosialisasi Perluasan Ganjil Genap, Jalan Salemba Raya Hingga Kramat Raya Lancar

"Kalo ganjil genap ini kan akan pengaruh dengan omset, akan menurun sih. Ada kekhawatiran ke situ," kata Sulfa saat ditemui TribunJakarta.com, Selasa (13/8/2019).

Bahkan, Sulfa mengaku rumah makannya mengalami kemerosotan pengunjung di hari pertama sosialisasi kemarin.

Penurunan jumlah pengunjung, lanjut Sulfa, terjadi antara pukul 16.00-21.00 WIB atau di sekitar waktu pelaksanaan sosialisasi perluasan ganjil genap.

Dari biasanya sekitar 10 meja terisi di jam-jam tersebut, kemarin hanya ada satu meja yang terisi.

Halaman
1234
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved