Kebijakan Ganjil Genap
Manajer Restoran di Gunung Sahari Mengeluh Soal Ganjil Genap, Kemarin Cuma 1 Meja yang Makan
Manajer Rumah Makan Sederhana Mangga Dua, Sulfa (44) mengaku khawatir dengan adanya perluasan ganjil genap ini.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
- Jalan Pintu Besar Selatan
- Jalan Gajah Mada
- Jalan Hayam Wuru
- Jalan Majapahit
- Jalan Sisingamangaraja
- Jalan Panglima Polim
- Jalan RS Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang).
- Jalan Suryopranoto
- Jalan Balikpapan
- Jalan Kyai Caringin
- Jalan Tomang Raya
- Jalan Pramuka
- Jalan Salemba Raya
- Jalan Kramat Raya
- Jalan Senen Raya
- Jalan Gunung Sahari
Sistem ganjil genap juga tetap diberlakukan di ruas jalan yang semula sudah diterapkan kebijakan tersebut, yakni:
- Jalan Medan Merdeka Barat
- Jalan MH Thamrin
- Jalan Jenderal Sudirman
- Sebagian Jalan Jenderal S Parman, dari ujung simpang Jalan Tomang Raya sampai simpang Jalan KS Tubun.
- Jalan Gatot Subroto
- Jalan Jenderal MT Haryono
- Jalan HR Rasuna Said
- Jalan DI Panjaitan
- Jalan Jenderal Ahmad Yani (mulai simpang Jalan Perintis Kemerdekaan sampai dengan simpang Jalan Bekasi Timur Raya)
Dukungan Kemenhub
Kementerian Perhubungan menyambut baik kebijakan Pemprov DKI Jakarta soal rencana perluasan aturan ganjil-genap di ibu kota.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kebijakan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi umum. Budi juga setuju bila penerapan ganjil-genap diterapkan mulai pukul 06.00-21.00 WIB seperti saat Asian Games.
"Pada pelaksanaan Asian Games itu sudah diberlakukan dan terbukti efektif (mengurangi volume kendaraan)," kata Menhub saat ditemui di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Rabu (7/8/2019).
Senada dengan Menhub, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi berharap kebijakan itu bisa mendorong masyarakat untuk meninggalkan kendaraan pribadinya dan beralih ke transportasi umum. Hal ini guna mengurangi emisi kendaraan yang menghasilkan polusi udara.
Apalagi, menurut dia, fasilitas transportasi umum di ibu kota sudah jauh lebih baik dan nyaman.
"Kalau itu akan mengajak dan merubah ketergantungan kendaraan pribadi ke angkutan umum menurut saya efektif. Dengan catatan persoalan polusi udara bukan cuma pemerintah aja tapi juga masyarakat umum," ujar Budi Setiyadi.
"Siapa sih yang ingin anak cucu kita menikmati udara bersih, komitmen semua pihak jangan disalahkan pemerintah saja," imbuhnya.
"Angkutan umum Jakarta sudah bagus LRT MRT, Transjakarta, tol-tol sudah dibagusi coba kita mungkin tiru berapa masyarakat di negara lain kalau cuma jarak pendek jalan kaki saja," lanjut Budi Setiyadi.
Sebelumnya, Pemprov DKI berencana memperluas kawasan ganjil-genap menjadi berlaku pada Senin-Jumat, kecuali hari libur nasional, pada pukul 06.00-10.00 WIB dan 16.00-21.00 WIB.
Ada 16 rute baru yang dibatasi untuk kendaraan bermotor. Rute baru tersebur disosialisasikan mulai 7 Agustus hingga 8 September 2019 dan akan berlaku mulai 9 September 2019.
• Tawuran Pelajar di Depok Menewaskan Satu Orang, Korban Tewas Akibat Sabetan Celurit di Punggung
• Listrik di Sawangan Masih Kerap Mengalami Gangguan
• Tinggalkan Paula Verhoeven, Baim Wong Bakal Pergi ke Pulau Terpencil
• PLN Pastikan Aliran Listrik di Banten Sudah 100 Persen Pulih
• Babai Suhaimi Dipecat Atas Tuduhan Pakai Narkoba, Kuasa Hukum: Prestasi Dibalas Pemecatan
Polisi Siapkan Jalur Alternatif
Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan jalur alternatif untuk kendaraan yang terdampak perluasan dan perluasan durasi ganjil genap.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memperluas titik ganjil genap dan memperpanjang durasi berlakunya ganjil genap itu.
"Ruas jalan gage yang diperluas merupakan jalan protokol yang dapat ditempuh dengan jalur alternatif yang banyak. Jadi masyarakat tetap bisa memilih angkutan publik atau menggunajan jalur alternatif," ujar Kasubdit Gakum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP M Nasir, saat dikonfirmasi, Rabu (7/8/2019).
Selain itu, Nasir mengatakan pemerintah sudah menyiapkan angkutan umum yang memadai untuk digunakan masyarakat.
"Gage memang ada rencana perluasan. Jalan yang menjadi perluasan gage telah disiapkan angkutan publik yang cukup," tutur Nasir.
Untuk diketahui, Dishub DKI Jakarta hari ini mengumumkan rute baru ganjil-genap di Jakarta. Kini ada 16 rute baru penerapan ganjil-genap. (Tribunnews.com/Kompas.com)