Kebijakan Ganjil Genap
Evaluasi Perluasan Ganjil Genap, Kemacetan di DKI Jakarta Berkurang
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyebut perluasan ganjil genap mampu mengurangi data kemacetan di ibu kota.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyebut perluasan ganjil genap mampu mengurangi data kemacetan di ibu kota.
Syafrin, sapaannya, menyatakan volume lalu lintas di DKI Jakarta sempat turun sekitar 25,24 persen pada beberapa waktu lalu.
"Volume lalu lintas, kan, sempat turun 25,24 persen. Kami ambil pada ganjil genap saat pagi dan sore hari," kata Syafrin, saat dihubungi Wartawan, Minggu (15/9/2019).
Karenanya, Syafrin mengimbau warga Jakarta agar menggunakan transportasi umum.
"Jadi, kami mengimbau peran serta aktif masyarakat dalam kebijakan ini dengan ayo kita sama-sama gunakan angkutan umum," ujarnya.
Dia melanjutkan, pihak Dinas Perhubungan telah mempraktekkan aturan menggunakan kendaraan transportasi umum tiap Rabu.
"Kami dari Dishub sudah memulai, saya menempatkan satu hari itu di Dishub setiap hari Rabu ada car free day. Jadi tinggalkan kendaraan motor Anda, wajib sifatnya dan gunakan angkutan umum," bebernya.
Evaluasi Perluasan Ganjil Genap, Penumpang TransJakarta Melonjak
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyebut hasil evaluasi sistem ganjil-genap kendaraan di ibu kota berdampak positif bagi TransJakarta.
Syafrin, sapaannya, mengatakan perluasan ganjil-genap kendaraan telah membuat PT TransJakarta (TJ) mengalami peningkatan jumlah penumpang.
Terkhusus di kawasan jalan atau jalur transJakarta yang terkena imbas sistem ganjil genap (gage).
"Jumlah penumpang TJ pada koridor kawasan gage, mengalami kenaikan (16,46) persen. Rata-ratanya sekarang, semula 475 ribu, kini menjadi 569 ribu penumpang per hari," jelas Syafrin, saat dihubungi wartawan, pada Minggu (15/9/2019).
Kemudian, lanjutnya, untuk kinerja lalu lintas yang semula 25,65 kilometer per jam, kini naik menjadi 28,16 kilometer per jam atau sekitar sembilan (9) persen.
"Waktu tempuh itu terjadi penurunan. Semula 16,92 menit, lalu meningkat menjadi 14,91 menit, sekitar 12 persen," imbuhnya.