Kebijakan Ganjil Genap

Evaluasi Perluasan Ganjil Genap, Kemacetan di DKI Jakarta Berkurang

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyebut perluasan ganjil genap mampu mengurangi data kemacetan di ibu kota.

TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Petugas Kepolisian memberi sanksi tilang kepada pengendara yang melanggar aturan ganjil genap di kawasan Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019). 

Kata Syafrin, data tersebut didapat dari pihak Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

"Datanya dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta," tukasnya.

Perluasan Ganjil Genap Buat Pengguna Angkutan Umum di Terminal Kampung Rambutan Meningkat

Suasana patroli menggunakan sepeda di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur
Suasana patroli menggunakan sepeda di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur (Dok Foto Terminal Kampung Rambutan)

Perluasan kebijakan ganjil genap berlaku, pengguna angkutan umum di Terminal Kampung Rambutan meningkat.

Menyusul Peraturan Gubernur ( Pergub) Nomor 88 Tahun 2019 mengenai Perubahan Atas Peraturan Nomor 155 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap, kebijakan perluasan gage resmi diterpakan pada Senin (9/9/2019),

Melalui perluasan ganjil genap, masyarakat diharapkan dapat beralih ke moda transportasi umum untuk bantu kurangi kadar polutan udara.

5 hari berselang, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Terminal Kampung Rambutan Taufik Winanto mengungkapkan pengguna moda transportasi umum sudah alami peningkatan.

"Iya ada peningkatan. Sebagai contoh sejak kita punya bike parking pun beberapa warga sekitaran justru datang kemari naik sepeda kemudian lanjut naik TransJakarta. Jadi mereka lebih banyak beralih ke angkutan umum tak terkecuali Jak Lingko," jelasnya di Ciracas, Jumat (13/9/2019).

Melihat peningkatan ini, Taufik ikut memberikan fasilitas penunjang untuk masyarakat yang sudah beralih ke angkutan umum.

Ia telah menyiapkan ruang tunggu untuk penumpang serta ruang istirahat bagi pengemudi, khususnya pengemudi Jak Lingko.

"Alhamdulillah sekarang sudah ada 3 trayek Jak Lingko juga. Di situ peminatnya sudah terpantau banyak. Kesadaran masyarakat sudah mulai terlihat juga. Oleh sebab itu, kami juga berikan fasilitas penunjang lainnya dengan menyiapkan ruang tunggu dan ruang istirahat," sambungnya.

Melihat penambahan pengguna angkutan umum ini, Taufik berharap adanya rambu tambahan agar para penumpang tak terlalu jauh ketika hendak menaiki angkutan umum.

Selain itu, ia juga sedang gencar melakukan sosialisasi terkait penggunaan Jak Lingko dan tata cara penggunaan Jak Lingko guna bantu mendukung program Pempov DKI Jakarta kurangi kadar polutan udara.

Setiap ada penumpang yang bertanya ke jajarannya, maka akan diarahkan terlebih dahulu untuk menggunakan angkutan umum yang ada.

Jumlah Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta Timur Mayoritas Terjadi Pagi Hari

Polisi bersama Dishub memantau kendaraan yang melanggar ganjil genap di Simpang Tomang, Jakarta Barat.
Polisi bersama Dishub memantau kendaraan yang melanggar ganjil genap di Simpang Tomang, Jakarta Barat. (TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved