Kebijakan Ganjil Genap
Evaluasi Perluasan Ganjil Genap, Kemacetan di DKI Jakarta Berkurang
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyebut perluasan ganjil genap mampu mengurangi data kemacetan di ibu kota.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Jumlah penindakan perluasan ganjil genap di wilayah Jakarta Timur lebih banyak terjadi di pagi hari, yakni saat pemberlakuan pada pukul 06.00 WIB sampai 10.00 WIB.
Kasie Lalu Lintas Sudinhub Jakarta Timur Andreas Eman mengatakan data hasil penindakan yang dilakukan kepolisian lebih didominasi terjadi pada pagi hari.
"Selama dua hari ini pelanggaran perluasan ganjil genap di Jakarta Timur lebih didominasi pagi hari. Untuk penindakan pukul 16.00 WIB sampai 21.00 WIB ada, tapi lebih sedikit," kata Eman di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (11/9/2019).
Pada hari pertama penindakan yang berlangsung hingga pukul 10.00 WIB, Satlantas Polres Metro Jakarta Timur menindak 153 pengemudi.
Sementara para pukul 16.00 WIB sampai 21.00 WIB tercatat 144 pengemudi yang ditilang karena melanggar perluasan ganjil genap.
"Untuk penindakan di hari kedua pada pagi hari sebanyak 202, sedangkan untuk sore harinya tercatat sebanyak 47 pengemudi mobil," ujarnya.
Eman sendiri belum dapat memastikan alasan jumlah pelanggaran di pagi hari lebih banyak dibanding pada sore hingga malam hari.
Namun dia menduga pengemudi mobil cenderung lebih menaati peraturan dibandingkan pada pagi hari saat penindakan.
"Ada kemungkinan jam pulang para pengendara mobil lebih menyesuaikan perluasan ganjil genap," tuturnya.
Pengendara mobil yang melanggar perluasan ganjil genap dikenakan pasal 287 ayat 1 UU LLAJ dengan ancaman denda maksimal Rp 500 ribu.
Perluasan Ganjil Genap Disebut Tingkatkan Laju Kecepatan Kendaraan di Jakarta

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur optimis perluasan ganjil genap yang diberlakukan Pemprov DKI Jakarta sejak Senin (9/9/2019) ampuh mengurangi kemacetan.
Kasie Lalu Lintas Sudinhub Jakarta Timur Andreas Eman mengatakan perluasan ganjil genap diyakini efektif karena sudah efeknya sudah terlihat sejak masa uji coba.
"Ketika uji coba perluasan ganjil genap ada kenaikan kecepatan rata-rata sekitar 18 persen. Untuk data dari tanggal 9 setelah pemberlakuan nanti," kata Eman saat dikonfirmasi di Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (11/9/2019).
Selain peningkatan rata-rata kecepatan, perluasan ganjil genap disebut membuat jumlah pengguna transportasi umum di Jakarta Timur meningkat.
• Selama 12 Tahun, Pria Kemayu Ini Diduga Telah Gauli 50 Bocah Laki-laki: Warga Tak Ada yang Curiga
• Rumor Irfan Bachdim Gabung Persib Bandung atau Borneo FC, Ini Reaksi CEO Bali United
• Mulai 1 Oktober 2019, 12 Jalur TransJakarta Diberlakukan Tilang Elektronik
• Putra Sulung Buka Suara Soal Kabar BJ Habibie Donorkan Mata untuk Thareq Kemal Habibie