Minta PKS Evaluasi Sosok Syaikhu dan Agung, Gerindra Intip Peluang Ganti Calon Wagub DKI

Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta mengintip peluang adanya potensi perubahan nama bakal calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta.

Minta PKS Evaluasi Sosok Syaikhu dan Agung, Gerindra Intip Peluang Ganti Calon Wagub DKI
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Ketua Panitia Penyelenggara kampanye akbar Prabowo-Sandi, M Taufik, usai menggelar rapat internal di ruang konferensi pers SUGBK, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019). 

Fraksi PKS Tetap Ajukan Syaikhu dan Agung Sebagai Bakal Calon Wagub DKI

Wakil Ketua DPRD DKI asal PKS Abdurrahman Suhaimi saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019).
Wakil Ketua DPRD DKI asal PKS Abdurrahman Suhaimi saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

Wakil Ketua DPRD DKI asal Fraksi PKS Abdurrahman Suhaimi menyebut, pihaknya tetap akan mengajukan Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto sebagai bakal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Hal ini ia sampaikan usai rapat paripurna di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

"Secara normatif, secara administratif masih dua nama itu (Syaikhu dan Agung)," ucapnya, Senin (21/10/2019).

Dijelaskan Suhaimi, pembahasan soal Wagub ini sendiri masih menunggu pembentukan pantia pemilihan (Panlih) Wagub DKI pendamping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"AKD (Alat Kelengkapan Dewan) baru diumumkan tadi. Wagub berarti menunggu Panlih, setelah itu baru berjalan prosesnya," ujarnya.

Setelah Panlih terbentuk, kedua nama bakal calon Wagub ini akan diverifikasi terlebih dahulu.

"Sekarang kan belum calon definitif. Artinya kalau definitif itu ketika sudah diverifikasi," kata Suhaimi.

Setelah lolos verifikasi, barulah kedua nama itu akan diajukan dalam rapat paripurna DPRD.

"Setelah itu tinggal memilih di paripurna, jadi saat ini menunggu Panlih dulu," tuturnya.

Jika nantinya Syaikhu lolos verifikasi dan maju sebagai calon Wagub DKI definitif, maka mantan Wali Kota Bekasi ini harus mundur dari keanggotaannya sebagai anggota DPR RI.

Hal ini sesuai dengan tata tertib (tatib) pemilihan Wagub yang telah dibentuk pada periode sebelumnya, namun belum sempat disahkan.

"Di tatib kemarin, kalau dicalonkan di sini, maka di sana harus mengundurkan diri. Itu persyaratan awalnya begitu," ucapnya.

Seperti diketahui, posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Sandiaga Uno mengundurkan diri pada Agustus 2018 lalu.

Partai Gerindra dan PKS sebagai pengusung Anies-Sandi pada Pilgub 2017 lalu sebenarnya sudah mengajukan dua nama Wagub, yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Namun, pemilihan Wagub DKI terhenti setelah masa bakti anggota DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 berakhir pada 26 Agustus 2019 lalu.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi pun sempat meminta partai pengusung Anies, yaitu PKS dan Gerindra untuk mencari calon Wagub yang benar-baner mengerti persoalan di Jakarta.

"Kami mengimbau kepada dua partai pengusung ini carilah tokoh-tokoh yang mengerti masalah Jakarta. Jangan cuma tempelan sebagai Wagub saja," ucapnya, Senin (14/10/2019).

Gerindra dan PKS Akan Berdiskusi Bahas Calon Wagub DKI, Taufik: Sebelum Tahun Baru Ada Wagub

Ketua Seknas Prabowo-Sandi, M Taufik
Ketua Seknas Prabowo-Sandi, M Taufik (Tribunnews.com/Dennis Destryawan)

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta asal Gerindra M. Taufik mengatakan, partainya masih akan berdiskusi dengan PKS untuk menentukan calon Wakil Gubernur DKI pendamping Anies Baswedan.

Pembahasan soal posisi Wagub yang telah kosong sejak ditinggal Sandiaga Uno pada Agustus 2018 lalu pun disebut Taufik akan dilaksanakan sebelum pergantian tahun.

"Insya Allah dapat nih Wagub, sebelum tahun baru ada Wagub," ucapnya, Selasa (14/10/2019).

Dijelaskan Taufik, salah satu topik yang akan dibahas dalam diskusi antara Gerindra-PKS itu ialah soal nasib Ahmad Syaikhu, salah satu calon yang sebelumnya sempat digadang-gadang namun saat ini telah duduk di kursi DPR RI.

"Lihat nanti (soal Syaikhu), itu bakal ada diskusi lagi sebelum tahun baru" ujarnya di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Seperti diketahui, posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Sandiaga Uno mengundurkan diri pada Agustus 2018 lalu.

Polisi Bongkar Praktik Prostitusi di Apartemen Kawasan Margonda Depok

Ditabrak Rantis Saat Demo Ricuh, Driver Ojol Ini Tak Bisa Lagi Bekerja: Tagih Janji Polisi

Partai Gerindra dan PKS sebagai pengusung Anies-Sandi pada Pilgub 2017 lalu sebenarnya sudah mengajukan dua nama Wagub, yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Namun, pemilihan Wagub DKI terhenti setelah masa bakti anggota DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 berakhir pada 26 Agustus 2019 lalu.

Kini, pembahasan Wagub DKI pun masih menunggu alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD DKI Periode 2019-2024 ditetapkan.

Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi pun sempat menyarankan kepada kedua partai pengusung Anies ini untuk mencari sosok Wagub yang benar-benar mengerti soal Jakarta.

"Kami mengimbau kepada dua partai pengusung ini carilah tokoh-tokoh yang mengerti masalah Jakarta," kata Prasetyo usai dilantik sebagai Ketua DPRD DKI, Senin (14/10/2019).

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved