Polemik Pembelian Speaker Rp 4 Miliar

5 Fakta Polemik Rencana Pembelian Speaker Rp 4 Miliar Untuk Peringatan Dini Bencana

Adapun dana sebesar Rp 4 miliar telah disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membeli enam set speaker tersebut.

5 Fakta Polemik Rencana Pembelian Speaker Rp 4 Miliar Untuk Peringatan Dini Bencana
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Ilustrasi Pengeras suara 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Rencana Pemprov DKI membeli enam set perangkat pengeras suara atau speaker untuk memperkuat sistem peringatan dini bencana menuai protes dari anggota dewan Kebon Sirih.

Adapun dana sebesar Rp 4 miliar telah disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membeli enam set speaker tersebut.

Dana sebesar itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020.

TribunJakarta.com pun coba merangkum beberapa fakta terkait polemik pembelian enam set pengeras suara seharga Rp 4 miliar tersebut.

1. Diklaim Memiliki Fitur Canggih

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI M. Ridwan mengklaim, pengeras suara itu memiliki harga selangit lantaran dilengkapi sejumlah fitur canggih.

Ia menyebut, ada dua fitur unggulan yang terdapat di speaker tersebut, yaitu Automatic Weather Sensor (AWS) dan Automatic Water Level Recorder (AWLR).

Pengeras suara yang dinamakan Disaster Warning System (DWS) ini nantinya akan tergabung dalam sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) BPBD DKI.

"Alatnya memang pakai toa, tapi bukan menggunakan toa seperti yang ada di masjid," ucapnya, Rabu (15/1/2020).

Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved