Komplotan Begal di Bekasi Beraksi Berulang kali, Satu Korbannya Merupakan Tentara

Kapolres Metro Bekasi Kombes Hedra Gunawan, mengatakan, para pelaku beraksi pada Kamis, (23/1/2020), sekira pukul 02.30 WIB.

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Empat orang komplotan begal sadis diringkus polisi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Komplotan begal sadis yang beraksi di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi diketahui sudah melakukan perbuatannya berulang kali.

Seorang tentara bahkan sempat menjadi korban dari genasan komplotan begal yang digawangi remaja belasan tahun.

Komplotan pelaku begal sadis diringkus jajaran Polsek Tambun Polres Metro Bekasi usai beraksi di Jalan Raya Cikarang Bekasi Laut (CBL), Kampung Buwek, Sumber Jaya, Kabupaten Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Hedra Gunawan, mengatakan, para pelaku beraksi pada Kamis, (23/1/2020), sekira pukul 02.30 WIB.

"Mereka sudah sering melakukan, kami sedang dalami beberapa kasus menonjol yang dilakukan salah satu diantara mereka, tapi rata-rata udah lebih dari satu kali berkasi," kata Hendra, Senin, (27/1/2020).

Hendra menjelaskan, komplotan begal sadis ini berjumlah delapan orang, empat diantaranya saat ini masih buron dan belum diketahui keberadaannya.

Empat orang pelaku yang berhasil ditangkap yakni, VI (15), SA (17), FR (12), ketiganya kata Hendra masih di bawah umur dan satu pelaku dewasa berinisial MR (20).

Setiap berkasi, komplotan begal ini dipersenjatai celurit. Terkahir, mereka melukai korban bernama Irham sebelum akhirnya merampas sepeda motor Honda Beat B-3306-FVG.

Bocah 12 Tahun Tewas Tenggelam, Polsek Cipayung Garis Polisi Waduk Giri Kencana

Kapolsek Tambun, Komisaris Siswo, mengatakan, komplotan begal ini rupanya memiliki keterkaitan dengan pelaku begal yang sebelumnya sempat diungkap.

Ketika itu, jajaran Polsek Tambun meringkus komplotan begal yang merampas dan melukai seorang anggota Koramil Tambun di Jalan Baru Grand Wisata, pada Rabu, (24/10/2018) silam.

"Kalau ini mereka sudah mengakui bahwa pernah berteman sama pelaku yang begal membacok TNI di Grand Wisata, kita akan kembangkan terus," kata Siswo.

Siswo menduga, mereka merupakan satu komplotan yang sama. Terlebih aksi yang dilakukan cenderung dengan motif sama yaitu melukai dan merampas sepeda motor korban ketika sudah tidak berdaya.

"Yang jelas mereka sudah mengakui kejadian yang di Grand Wisata itu dilakukan temannya, tapi mereka mengaku tidak memiliki nama kelompok," tegasnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved