KPAI Beberkan Data Kasus Aborsi Ilegal di Dunia hingga Perempuan dapat Hamil saat di Kolam Renang

Data American Library Association, kata dia, pada 2016 tercatat 56 juta perempuan lakukan aborsi ilegal.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Komisioner KPAI bidang Kesehatan, Narkotika Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), Sitti Hikmawatty, saat diwawancarai TribunJakarta.com, di kantornya, Jumat (21/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat 

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Komisioner Perlindungan Anak Indoensia (KPAI) angkat bicara terkait kasus aborsi ilegal, di Jalan Paseban Raya, Jakarta Pusat beberapa hari lalu. 

Komisioner KPAI bidang Kesehatan, Narkotika Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), Sitti Hikmawatty, memberikan data perihal aborsi ilegal di dunia.

Berdasarkan data American Library Association, kata dia, pada 2016 tercatat 56 juta perempuan melakukan aborsi ilegal.

Namun grafik data tersebut menurun menjadi 42 juta pada 2018.

"Berdasarkan data American Library Association, dikatakan soal aborsi di dunia sudah menurun dari 56 juta per tahun 2016, itu menjadi 42 juta per tahun 2018," kata Hikma, sapaannya, saat diwawancarai TribunJakarta.com, di kantornya, Jumat (21/2/2020).

Menyoal data aborsi ilegal di Indonesia, dia mengatakan jumlahnya turun sekira 2 juta kasus.

"Kalau di Indonesia, tahun 2018 menurun sekira dua (2) juta kasus aborsi," ucapnya.

"Nah, 2 juta yang aborsi ini akibat beberapa penyebab," sambungnya.

Semisal, lanjut dia, wanita yang sedang hamil bermasalah pada kesehatan.

"Itu bisa jadi masalah kesehatan, juga karena kurang gizi. 

"Tapi ada juga kasus yang sifatnya (kejahatan) atau perkosaan," sambungnya.

Dia pun tak memungkiri bahwa remaja di Indonesia yang belum resmi menikah secara hukum, melakukan pergaulan bebas. 

"Memang karena pergaulan bebas, kemudian diaborsi begitu saja. Itu di beberapa daerah Indonesia, ada yang sangat rentan dengan kondisi budaya seperti itu," bebernya.

Sementara, Hikma belum mendapat data ihwal jumlah aborsi ilegal pada 2019 di dunia maupun khusus Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved