Update Pembunuhan Wanita di Apartemen

Sebelum Bunuh Pacarnya, Pelaku Sempat Setubuhi Korban, Hingga Diduga Sudah Rencanakan Pembunuhan

petugas kepolisian mendapati fakta bahwa pelaku sempat berhubungan badan sebelum akhirnya menghabisi nyawa korban

Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Pelaku memperagakan adegan keji saat dirinya menghabisi nyawa korban, Jumat (7/8/2020). 

Lanjut Wadi, kesimpulan sementara hasil pra rekonstruksi ini, menguatkan bahwa pelaku telah merencanakan pembunuhan ini sebelumnya.

"Betul sekali ini direncanakan, karena barang-barang sudah dipersiapkan pelaku dari rumahnya," pungkasnya.

Korban dipukul lebih dari tiga kali

FM (37) pembunuh AO (36) dalam Apartemen Margonda Residence V, Beji, Kota Depok, mengaku memukul korbannya sebanyak tiga kali menggunakan martil hingga tutup usia.

Namun, keterangan tersebut berbeda dengan fakta yang ditemukan polisi, saat menggelar pra rekonstruksi kasus ini yang berlangsung siang tadi.

Dalam 21 adegan yang diperagakan pelaku, diperoleh fakta bahwa FM lebih dari tiga kali memukul korban dengan palu tersebut.

"Pada awalnya pelaku hanya mengaku kurang lebih tiga kali di belakangan kepala," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Wadi Sabani, usai proses pra rekonstruksi berlangsung di lokasi kejadian, Jumat (7/8/2020).

"Ternyata saat pra rekonstruksi kami sesuaikan dengan hasil visum bahwa lebih dari tiga kali tersangka melakukan kekerasan tersebut. Artinya memukul bagian tubuh korban lebih dari tiga kali," timpalnya lagi.

Wadi berujar, dari hasil visum juga pihaknya menemukan ada luka pukulan di sekujur tubuh korban.

"Bagian tangan, kaki, paha, bagian perut, bagian bawah juga ada bekas-bekas kekerasan yang diduga dilakukan pelaku ini," ucapnya.

Lanjut Wadi, pra rekonstruksi ini digelar guna mencari alat bukti yang lain untuk melengkapi berkas perkara kasus tersebut.

Sebelumnya diketahui, korban ditemukan tak bernyawa pada Selasa (4/8/2020) malam dengan kondisi yang mengenaskan.

Bagian kaki dan tangan korban terikat tali, serta mulutnya tertutup lakban.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah, menuturkan bahwa pelaku terancam dijerat Pasal 340 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan berencana, dengan ancaman maksimal seumur hidup kurungan penjara atau hukuman mati.

Akhir Pelarian Pelaku Fetish Kain Jarik di Kalimantan Tengah, 4 Korban Laki-laki Sudah Lapor Polisi

Demi Jaket Idaman, Bocah SMP di Bekasi Nekat Melakukan Aksi Begal

HBDI 2020 Bakal Gaet Ribuan Outlet, Gelar Penawaran Spesial Hari Kemerdekaan

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved