Breaking News:

Demo Tolak UU Cipta Kerja

3 Remaja Hasut Pelajar Bikin Rusuh di Demo Tolak UU Cipta Kerja, Begini Polanya

Mereka adalah MLAI (16), WH (16) dan SN (17). Ketiganya menghasut pelajar berunjuk rasa melalui provokasi

TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polda Metro Jaya mengamankan tiga orang yang diduga menghasut para pelajar mengikuti unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Mereka adalah MLAI (16), WH (16) dan SN (17). Ketiganya menghasut pelajar berunjuk rasa melalui provokasi di media sosial.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan, MLAI dan WH merupakan admin dari grup Facebook "STM se-Jabodetabek".

Grup Facebook STM se-Jabodetabek itu memiliki lebih dari 20 ribu pengikut.

"Tujuannya dia memprovokasi, menghasut, ujaran kebencian, dan berita bohong ya dalam bentuk meme dan juga video yang disebarkan untuk memancing mereka semua STM se-Jabodetabek," kata Yusri kepada wartawan, Selasa (20/10/2020).

Dalam grup Facebook tersebut juga terdapat undangan bagi pelajar untuk ikut dalam aksi demonstrasi dan membuat kerusuhan.

Sementara itu, remaja berinisial SN merupakan admin akun Instagram @panjang.umur.perlawanan.

"Dia memprovokasi, menghasut, ujaran kebencian, dan berita bohong di medsos untuk mengundang para Anarko-anarko melakukan kerusuhan,"ujar Yusri.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menetapkan 131 orang pendemo Omnibus Law UU Cipta Kerja sebagai tersangka.

Halaman
12
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved