Modus WN Nigeria Bersama Bea Cukai Gadungan Tipu Sampai Ratusan Juta Rupiah, Korban Dirayu Pacaran

Modusnya, ketiga tersangka tersebut berkenalan dengan korbannya melalui Facebook menggunakan akun palsu dan foto palsu.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Ega Alfreda
Polresta Bandara Soekarno-Hatta melakukan rilis pembongkaran penipuan Petugas Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta gadungan bekerja sama dengan Warga Negara Asing (WNA) asal Nigeria untuk menipu para korbannya, Kamis (17/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sindikat penipuan melalui media sosial banyak terjadi bahkan sampai menyangkutpautkan dengan petugas di Bandara Soekarno-Hatta.

Seperti yang dilakukan oleh LRD, IAI, ACN, dan CJU yang menjaring korbannya melalui media sosial Facebook berakhir penipuan ratusan juta rupiah.

Sebagai informasi, IAI, ACN, dan CJU merupakan warga negara asing (WNA) asal Nigeria yang bertugas melakukan pendekatan alias PDKT kepada calon korbannya melalui media sosial.

Korban pun tersebar dari seluruh Indonesia.

Modusnya, ketiga tersangka tersebut berkenalan dengan korbannya melalui Facebook menggunakan akun palsu dan foto palsu.

"Jadi ketiga tersangka ini menggunakan foto palsu, akun palsu semua pakai foto cowok ganteng," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (17/12/2020).

Bila calon korban ini adalah pria, makan tersangka akan mendekati mengajak melakukan bisnis dan investasi sesuatu.

Namun, bila calon korbannya adalah wanita maka, tersangka akan mendekatinya secara perlahan dan menjadikannya pacar.

"Jadi maksimal mereka melakukan PDKT itu selama tiga bulan dan paling cepat satu minggu sebelum melancarkan aksinya. Mereka juga mengobrol via WA kalau sudah kenalan awal dari Facebook dan menggunakan Bahasa Inggris supaya lebih meyakinkan korban," beber Yusri.

Setelah korban sudah termakan bujuk rayu tersangka, ketiganya langsung berjanji akan datang ke Indonesia dalam waktu dekat.

Lalu, saat pura-pura sudah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, para tersangka berpura-pura tidak mendapatkan izin masuk lantaran membawa uang sebanyak 300 ribu USD.

"Mengaku kalau di Indonesia ada sejumlah aturan akan ditahan kalau bawa uang terlalu banyak, maka akhirnya dia minta bantuan kepada calon korbannya," sambung Yusri.

Ketiga korban pun mengaku punya kenalan di dalam Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta yang dapat meloloskan mereka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved