Breaking News:

Polisi Gadungan yang Mengaku Reserse Sudah 15 Kali Lakukan Pemerasan di Berbagai Tempat

Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol M Hari Agung Julianto, mengatakan S sudah melakukan aksi pengancaman dan pemerasan beberapa kali di sejumlah tempat

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Pelaku berinisial S alias Ambon yang mengaku sebagai polisi reserse narkoba untuk memeras korban tertunduk lesu di Polsek Mampang Prapatan pada Rabu (24/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN - Pelaku berinisial S yang menyamar menjadi polisi reserse narkoba akhirnya terciduk polisi.

Polisi palsu itu ditangkap lantaran mengancam dan memeras korban yang sedang berkerumun saat berada di luar rumah di masa pandemi Covid-19, terutama menyasar para remaja.

Melalui tim reserse kriminal (reskrim) Polsek Mampang Prapatan, pelaku berperut tambun ini diringkus di rumahnya di kawasan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok sekira pukul 04.00 WIB pada Rabu (24/3/2021).

Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol M Hari Agung Julianto, mengatakan S sudah melakukan aksi pengancaman dan pemerasan beberapa kali di sejumlah tempat.

Ia menyebutkan polisi palsu itu sudah beraksi kurang lebih di 15 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.

"Pelaku melakukan tindak pidana di Mampang Prapatan sebanyak 3 tkp, di luar Mampang masih di wilayah Polres Jaksel sebanyak 8 tkp. Belum lagi di luar Jaksel, ada di Jakbar," ujarnya di hadapan wartawan di Polsek Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Rabu (24/3/2021).

Dalam setiap aksinya, pelaku memanfaatkan masa pandemi Covid-19 dengan menyasar korban yang berkerumun di pinggir jalan.

Baca juga: Polisi Sebut Terduga Teroris Kelapa Dua Tangerang Tidak Memiliki Catatan di Kepolisian

Baca juga: Mantan Wali Kota Jakarta Utara Ditunjuk Anies Gantikan Blessmiyanda Jadi Plh Kepala BPPBJ

Baca juga: Bermodal Korek Api Berbentuk Pistol, Pria Ini Kerap Memeras Remaja yang Berkerumun di Mampang

Polisi gadungan itu kemudian mengajak salah satu korban ke suatu tempat dengan dalih menanyakan korban apakah membawa narkoba atau tidak. 

Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol M. Hari Agung Julianto mengatakan saat sudah dipisahkan dari kerumunan, korban ditodong dengan pistol replika oleh pelaku.

Halaman
12
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved