Pelanggan Tusuk PSK Online
Mau Enak Tapi Tak Bermodal, Djodi Tusuk PSK 14 Kali Setelah Bercinta Semalaman di Apartemen Ciputat
Hanya mau enaknya saja adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan perbuatan Djodi Cahyadi (28) kepada seorang pekerja seks komersial (PSK).
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
"Karena sudah dipastikan korban sudah meninggal akhirnya si pelakunya melarikan diri," ucap dia.
Rupanya tindakan pelaku karena melihat uang di dalam dompet korban.
Ia kemudian hendak berniat menguasainya.
"Si pelaku melihat korban ternyata memiliki sejumlah uang di dalam dompetnya. Akhirnya korban mau memiliki dan menguasai uangnya," ucap Alfian.
Alfian menyebutkan uang yang ada di dalam dompet korban yang ingin dikuasai pelaku ada sebesar Rp 1,8 juta.

Baca juga: Dituding Orang Kaya Baru, Hotman Paris Geram Bocorkan Identitas Sang Ayah: Jawaban Bagi Musuhku!
Meski demikian, Alfian mengaku masih ada kejanggalan dengan keterangan pelaku yang ingin menguasai uang korban tersebut.
Sebab, uang yang awalnya diincar pelaku itu tidak jadi diambilnya.
Tak cuma itu, polisi juga menyebut setiap bulannya pelaku mendapatkan gaji sebesar Rp 1,5 juta.
"Setebal-tebalnya dompet, masa sampai mau bunuh orang, sebenarnya dia gajinya Rp 1,5 juta, artinya logika dengan mudah itu (mendapatkan uang Rp 1,8 juta)," kata dia.
Baca juga: Gara-gara Pasir, Anji Manji Kaget Lihat Kondisi Tangan Balitanya: Kejadian Jarang, Tapi Nyata
Alfian mengatakan, kini pihak kepolisian masih lakukan pendalaman terhadap pelaku untuk menguak kasus pembunuhan tersebut.
Saat ini pelaku masih jalani pemeriksaan infensif di Polres Metro Bekasi Kota.
"Ini masih pendalaman bagi saya, mungkin lebih dari itu, enggak kenal sekali, kita dalami dahulu," kata Alfian.
Korban Baru Tinggal Satu Minggu
Korban pembunuhan berinisial SS (24) diketahui baru tinggal di indekos sekitar satu minggu lalu.
Hal ini dikatakan Ketua RW setempat Monang Pardede saat dijumpai dikediamannya pada, Senin (26/10/2020).