Breaking News:

6 Monyet Liar Rusak Fasilitas Sekolah dan Bikin Warga Resah, BPBD Kabupaten Tangerang Tak Berdaya

BPBD Kabupaten Tangerang mengaku tidak berdaya dalam menangani kawanan monyet liar di Desa Cikareo, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Desa Cikareo, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang yang kerap kali jadi sarang monyet liar, Senin (3/5/2021). 

Ia menduga, monyet liar itu berasal dari wisata religi Makam Kramat Solear.

Mereka keluar dari tempat itu hinggap ke rumah warga dan sekolah.

"Monyet liar tersebut awal pertama kali itu sejak tahun 2019 ke pohon-pohon bambu dekat rumah warga. Mereka dari kramat Solear tapi mereka sempat pergi dan akhirnya balik lagi ke sini," jelas Supendi.

Menurut warga sekitar, monyet tersebut keluar dari habitatnya karena kekurangan pakan.

Apalagi jumlah mereka kini semakin banyak.

"Monyet itu berkeliaran keluar dari tempat wisata religi itu karena perut kosong," tutup Supendi.

Rusak Fasilitas Sekolah di Kabupaten Tangerang

Monyet liar di Kabupaten Tangerang berulah merusak fasilitas sekolah membuat warga sekitar resah.

Seperti diberitakan sebelumnya, SDN 1 Desa Cikareo jadi sarang monyet liar lantaran sudah lama tidak digunakan selama pandemi Covid-19.

Diketahui ada enam monyet yang berkeliaran di Desa Cikareo, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

Bukan hanya membuat resah warga, keenam monyet tersebut ternyata juga berulah merusak sejumlah fasilitas di SDN 1 Desa Cikareo.

"Monyet itu merusak genteng sekolahan dan bahkan melemparnya. Saya usir mereka, kabur dan kemudian dibetulkan genteng, tapi tidak lama datang lagi merusak," cerita Kepala SDN 1 Desa Cikareo Supendi, Senin (3/5/2021).

"Jujur sama jengkel banget, enggak tahu harus bagaimana lagi," tambahnya lagi sambil mengeluh.

Bukan hanya genteng, beberapa tembok dan tanaman sekolah juga ikut menjadi korban perusakan monyet liat tersebut.

Namun apa daya, Supendi hanya bisa pasrah lantaran sampai sekarang belum ada yang berhasil menangkap keenam monyet liat tersebut.

Baca juga: Ratusan Personel Kepolisian Bakal Sekat Pemudik di Kabupaten Tangerang

Ia hanya memikirkan nasib anak-anak muridnya apa bila pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Tangerang sudah diberlakukan pada Juli 2021.

"Saya khawatirnya kalau sudah masuk sekolah, takut anak-anak menjadi korban gigitan monyet itu. Nanti kalau sudah kejadian, dianggapnya guru dan kepala sekolah lalai dalam menjaga murid. Padahal saya sudah melaporkan," tutur Supendi.

Namun, ia memastikan kalau sampai detik ini monyet tersebut belum memakan korban luka-luka.

Baca juga: Lama Terbengkalai, Sekolah di Kabupaten Tangerang Jadi Sarang Monyet Liar

Tapi tidak dipungkiri, keenam monyet liar itu sangat meresahkan warga Desa Cikareo, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.

Seperti yang diutarakan Yuli, warga yang tinggal dekat SDN 1 mengaku sering melihat monyet melompat dari rumah satu ke rumah lain.

"Korban mah enggak ada ya, tapi takut sama resah pasti itu setiap hari. Takutnya kita bawa makanan malah dimaling atau gimana," ucap Yuli.

Ia pun berharap petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang segera bergegas menangkap monyet liar itu.

Baca juga: Monyet Liar Bersarang di Sekolah, BPBD Kabupaten Tangerang Belum Bisa Menangkap, Siapkan Obat Bius

"Harapannya yang ketanggep (monyet) kan soalnya itu dari dua sekarang ada enam, berkembang biak. Takutnya makin banyak lagi malah bahaya," tutup Yuli.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved