22 Dombanya Mati Diterkam Macan, Warman Bingung Tak Ada Uang untuk Biaya Obati Istri Sakit Paru-paru

Sebanyak 22 domba yang dipeliharanya mati diterkam macan, Warman dibuat bingung karena hewan itu bukanlah miliknya.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Kang Dedi Mulyadi Channel
Anggota DPR Dedi Mulyadi berbincang dengan Warman, perternak yang 22 dombanya mati diterkam macan di kaki Gunung Sanggabuana. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sebanyak 22 domba yang dipeliharanya mati diterkam macan, Warman dibuat bingung karena hewan itu bukanlah miliknya.

Domba-domba itu milik orang lain yang dititipkan pemilik kepadanya untuk dipelihara.

Karenanya, dia bingung harus mengatakan apa kepada para pemilik hewan ternak itu.

Apalagi jika disuruh mengganti rugi ternak yang mati.

Sedangkan dia sendiri juga sedang menghadapi masa sulit lantaran sang istri menderita sakit paru-paru.

Baca juga: Puluhan Domba Mati Diserang Macan, Kang Dedi Justru Salahkan Manusia: Ini Bukan Kampung

Cerita Warman itu terungkap saat Anggota DPR Dedi Mulyadi mendatangi lokasi Warman beternak yang ada di kaki Gunung Sanggabuana.

Di kaki Gunung Sanggabuana, Warman bersama seorang warga lain yang tinggal di sana untuk beternak domba.

Kepada Kang Dedi, Warman bercerita serangan macan mulai terjadi sejak setelah Lebaran 2021 ini.

Kang Dedi Mulyadi saat meninjau lokasi tempat ternak warga yang diserang macan di kaki Gunung Sanggabuana.
Kang Dedi Mulyadi saat meninjau lokasi tempat ternak warga yang diserang macan di kaki Gunung Sanggabuana. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

Sampai saat ini total sudah 26 domba yang jadi korban terkaman macan.

Sebanyak 22 domba adalah yang diternaknya dan empat lainnya milik Abah yang juga beternak di sana.

"Dia (Warman) mah (dombanya) punya orang, dia udah bingung gimana bilangnya," kata Abah menjelaskan perasaan Warman kepada Kang Dedi dilansir TribunJakarta.com dari Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Senin (20/9/2021).

"Ya bilang aja dimakan harimau," jawab Kang Dedi.

Diterkam Bertahap

Warman menuturkan, domba-domba itu diterkam secara bertahap oleh macan yang turun ke tempat dia beternak.

Baca juga: Cek Info Macan Ngamuk di Kaki Gunung, Kang Dedi Sampai Jatuh Dari Motor: Perjuangannya Begini

"Itu bertahap mulai setelah Lebaran.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved