22 Dombanya Mati Diterkam Macan, Warman Bingung Tak Ada Uang untuk Biaya Obati Istri Sakit Paru-paru

Sebanyak 22 domba yang dipeliharanya mati diterkam macan, Warman dibuat bingung karena hewan itu bukanlah miliknya.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Kang Dedi Mulyadi Channel
Anggota DPR Dedi Mulyadi berbincang dengan Warman, perternak yang 22 dombanya mati diterkam macan di kaki Gunung Sanggabuana. 

Namun karena tak ada biaya, dia hanya bisa mengobati sang istri dengan obat warung tanpa membawanya ke dokter.

Mendengar hal itu, Kang Dedi langsung berjanji akan mengirimkan obat untuk kesembuhan istri Warman dan juga abah yang turut mengidap penyakit paru-paru.

"Hikmahnya dari macan makan domba, jadi undang saya karena di sini ada warga yang sakit paru-paru," kata Kang Dedi.

Salahkan Manusia

Sebelumnya, Kang Dedi Mulyadi alias KDM mendatangi langsung lokasi tempat ternak warga yang mati misterius diduga diserang macan.

Mengendarai sepeda motor, KDM tampak kesulitan saat menuju ke lokasi tersebut karena medan yang terjal.

Kang Dedi Mulyadi saat melihat area ternak warga yang diterkam oleh macan penghuni Gunung Sanggabuana.
Kang Dedi Mulyadi saat melihat area ternak warga yang diterkam oleh macan penghuni Gunung Sanggabuana. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

Ditambah motor yang digunakan Kang Dedi bukan diperuntukan untuk melintasi jalanan tanah.

Kang Dedi sendiri mengendarai motor Vespa matic kesayangannya saat mendatangi lokasi ternak warga diserang macan.

Karena salah menggunakan jenis motor, Kang Dedi sampai terjatuh ke arit bersama motornya yang selip di medan tanah.

"Saya kira enggak begini (medannya).

Kalau tahu gini saya pakai motor tinggi," ujarnya dilansir Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Minggu (19/9/2021).

Kang Dedi pun meneruskan perjalanannya dengan berjalan kaki setelah kelelahan menggunakan motor di medan yang terjal.

Anggota DPR Dedi Mulyadi sampai harus dibantu timnya karena motornya terjatuh ketika melewati jalan terjal menuju kaki Gunung Sanggabuana.
Anggota DPR Dedi Mulyadi sampai harus dibantu timnya karena motornya terjatuh ketika melewati jalan terjal menuju kaki Gunung Sanggabuana. (Kang Dedi Mulyadi Channel)

Saat tiba di lokasi ternak wargam Kang Dedi justru menyalahkan warga atas terjadinya serang macan.

Pasalnya, kata Kang Dedi, area itu seharusnya memang bukan tempat untuk beternak lantaran masih berada di kaki Gunung Sanggabuana.

"Ini sih bukan salah macan, tapi salah orangnya kenapa ternak domba disni.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved