UMP Jakarta Cuma Naik 1 Persen, Buruh di Cilincing Meradang: Nggak Cukup untuk Kebutuhan Sehari-hari

Kenaikan UMP tahun 2022 yang diputuskan Pemprov DKI Jakarta menuai kekecewaan dari para buruh. Jumlah kenaikan dirasa masih jauh dari harapan buruh.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Abdul Jamil, seorang buruh di KBN Cakung, Cilincing, Jakarta Utara menilai kenaikan UMP tahun 2022 masih jauh dari harapan para buruh. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 yang diputuskan Pemprov DKI Jakarta menuai kekecewaan.

Dengan kenaikan 1 persen atau sebesar Rp 37.700 menjadi Rp 4.453.935,536, para buruh pun mengaku kurang puas.

Kekecewaan itu salah satunya diungkapkan Abdul Jamil, seorang buruh yang bekerja di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, Cilincing, Jakarta Utara.

Abdul menilai kenaikan tersebut tidak begitu berpengaruh terhadapnya.

Ia pun merasa sedih lantaran dengan kenaikan tersebut, Abdul tetap kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya.

Baca juga: Kenaikan UMP DKI Tak Sesuai Harapan Buruh, Wagub Ariza Beri Penjelasan: Kami Ikuti UU Cipta Kerja

"Sebagai buruh cukup sedih. Apalagi kenaikannya hanya 1 persen, tidak cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari ya," kata Abdul, Senin (22/11/2021).

Kekinian, kata Abdul, masih banyak buruh yang besaran gajinya di bawah UMP meski telah bekerja belasan tahun.

Bertepatan dengan Hari Pengumuman UMP DKI 2022, Buruh Geruduk Kantor Anies di Balai Kota
Bertepatan dengan Hari Pengumuman UMP DKI 2022, Buruh Geruduk Kantor Anies di Balai Kota (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI)

Padahal, kebutuhan dasar keluarga buruh itu harus bisa terpenuhi.

Abdul pun berharap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Presiden Joko Widodo lebih serius memperhatikan nasib buruh.

"Mohon Pak Gubernur, Pak Presiden perhatikan kami sebagai buruh yang menopang pengusaha di Jakarta dan Indonesia ini," harap Abdul.

Ade Waryanto, buruh lainnya, kenaikan dengan jumlah tersebut masih jauh dari taraf kesejahteraan.

Baca juga: Usulan Kenaikan UMK 2022 di Kota Bekasi 0,71 Persen, Gaji Buruh Tahun Depan Naik Rp33.000

Kenaikan ini juga tidak sesuai dengan harapan buruh yang sebelumnya meminta UMP naik Rp 5,3 juta.

"Menurut saya sebagai buruh masih jauh dari kata sejahtera. Naik 1 persen itu bagi buruh kurang dari harapan," kata Ade.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan UMP tahun 2022 naik 1 persen atau sebesar Rp 37.700 menjadi Rp 4.453.935,536.

"Jadi, sudah ditetapkan besaran Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2022 sebesar Rp. 4.453.935,536 (empat juta empat ratus lima puluh tiga ribu sembilan ratus tiga puluh lima lima ratus tiga puluh enam rupiah)," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Minggu (21/11/2021).

Massa buruh yang menggelar aksi di depan kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jumat (19/11/2021).
Massa buruh yang menggelar aksi di depan kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jumat (19/11/2021). (Dionisius Arya Bima Suci / Tribun Jakarta)

Keputusan itu berdasarkan ketentuan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta formula yang ada dalam Pasal 26 dan Pasal 27 PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang berlaku pekerja atau buruh dengan masa kerja kurang dari 1 tahun.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved