Viral di Media Sosial

Ada Pembiaran! Kak Seto Minta Dinsos Bandung Tangani Kasus Yurika, Bocah Penjual Tisu yang Dibully

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Kak Seto, meminta Dinas Sosial Kota Bandung untuk turun tangan menangani kasus Yurika

Istimewa
Kak Seto menanggapi kasus viral seorang bocah bernama Yurika di Bandung, Jawa Barat. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Kak Seto, meminta Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung untuk turun tangan menangani kasus Yurika, bocah penjual tisu yang mengaku di-bully dan viral di media sosial. 

Dalam pengakuannya yang menjadi viral, Yurika kerap mendapatkan perundungan oleh teman-teman sebayanya di sekolah. Dia sering diejek 'bau tai'.

Selain itu, dia harus membanting tulang menjajakan tisu di sekitaran tempat wisata Braga, Kota Bandung, Jawa Barat. 

Menurut Kak Seto, Yurika termasuk ke dalam pekerja anak. 

Pembiaran terhadap kondisi hidup Yurika tak boleh terjadi. 

Kak Seto meminta Dinsos Kota Bandung untuk menindaklanjuti kejadian viral tersebut. 

"Dinas sosial setempat untuk betul-betul bisa membebaskan anak dari pembiaran terjadinya buruh anak atau pekerja anak tadi," katanya kepada TribunJakarta.com pada Jumat (26/4/2024). 

Yurika, kata Kak Seto, belum waktunya untuk bekerja membantu orang tua. 

Anak seusianya berhak mendapatkan pendidikan dan waktu bermain dengan gembira. 

Pengakuan Yurika

Dalam sebuah wawancaranya dengan seorang Tiktoker, Yurika mengaku sering diejek bau tai. 

Bocah penjual tisu itu mengatakan guru di sekolahnya padahal sudah mengetahui kejadian itu. 

Namun, sang guru tak percaya dengan aduan Yurika

Kak Seto menilai pihak guru atau kepala sekolah dasar di mana Yurika menempuh pendidikan seharusnya segera menindaklanjuti aduan itu.

Pasalnya, salah satu penyebab utamanya marak terjadi bullying terhadap anak-anak lantaran adanya pembiaran. 

"Jadi tidak ada tindakan yang tegas khususnya ya para guru atau kepala sekolah untuk segera menghentikan tindak kekerasan ini," ujarnya kepada TribunJakarta.com pada Kamis (25/4/2024). 

Padahal, kata Kak Seto, merujuk amanat Undang Undang Perlindungan Anak dengan tegas menyatakan setiap anak wajib dilindungi dari berbagai tindak kekerasan di lingkungan sekolah.

Kak Seto mendesak kepada Dinas Pendidikan Kota Bandung agar menindaklanjuti kejadian viral ini. 

Jika terjadi pembiaran, Dinas Pendidikan sebaiknya memberikan sanksi terhadap sekolah tempat Yurika belajar. 

"Jadi hal ini mohon kami juga selalu mendesak kepada dinas pendidikan untuk peduli dalam rangka menciptakan sekolah yang ramah anak, juga peduli memberikan suatu nilai atau hukuman terhadap sekolah-sekolah yang membiarkan terjadinya perundungan atau bullying ini di sekolahnya," pungkasnya. 

Viral usai mengaku di-bully

Baru-baru ini, publik diperlihatkan sebuah video TikTok yang menayangkan pengakuan seorang anak kecil bernama Yurika

Dalam sebuah potongan video wawancara tersebut, Yurika memberikan pengakuan yang memilukan sekaligus menggelitik. 

Yurika diwawancarai oleh akun @yoenik.apparel saat sedang bersama temannya. 

"Aku di sekolah sering dibenci sama teman-teman dan di-bully," kata Yurika yang saat itu mengenakan seragam olahraga sekolah.

"Oh di-bully kenapa?" tanya si pewawancara. 

"Aku lagi diam, terus teman-teman aku bilang Yurika mah bau tai," jawabnya. 

Yurika telah melaporkan ulah teman-temannya kepada guru di sekolah. 

Akan tetapi, gurunya tak memercayai pengakuan Yurika

Yurika pun meminta agar teman-temannya tidak lagi mem-bully dirinya.

"Teman-teman jangan nge-bully aku ya kita semua sama," katanya. 

Terkuak sosok Yurika

Terkuak sosok bocah perempuan tersebut dalam kesehariannya. 

Yurika sehari-hari ternyata berdagang tisu. 

Hal itu diketahui ketika akun @yoenik.apparel bertanya kepada Yurika

"Kalian biasanya kalau misalkan jualan tisu dari jam berapa sih?" tanya si pewawancara. 

"Jam 13.00 WIB sampai sehabisnya," ujar Yurika bersamaan dengan temannya. 

"Sehari dapat berapa?" tanya pewawancara lagi. 

Namun, Yurika tak menjawab pertanyaan perempuan dewasa tersebut. 

Ia malah memberitahukan harga dari dagangan yang dijajakannya. 

"Aku kalau satunya Rp 5 ribu, kalau duanya Rp 10 ribu," jawab Yurika

Dalam unggahan akun TikTok lainnya @51sye, terungkap lokasi sehari-hari Yurika berjualan tisu bersama temannya. 

Yurika berdagang tisu di wilayah wisata Braga, Bandung, Jawa Barat.

"Ini aku kemarin ketemu sama Yurika, dia jualan tissue di Braga sama temannya. Harganya Rp 10 ribu dapet dua. Dan yang aku bikin salut dan sedih tuh dia jualan sampai jam 12/1 malem katanya," tulis @51sye.

Banting tulang demi bantu ortu

Bocah berusia 7 tahun itu mengaku berdagang tisu demi membantu meringankan beban orang tua. 

Penghasilan dari berdagang tisu dipakai Yurika untuk bekalnya ke sekolah. 

Dalam sehari, Yurika mengaku mendapatkan untung dari berdagang tisu sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. 

Hal itu diungkapkan saat diwawancarai oleh TikToker @yogipriandana. 

"(uangnya) Buat bekal sekolah," katanya. 

Cita-citanya menjadi guru

Meski masa kecilnya penuh dengan tantangan, Yurika memiliki cita-cita mulia kelak. 

Saat ditanya oleh Yogi, bocah polos itu sempat kebingungan kala menjawabnya. 

Ia kemudian menjawab bahwa ingin menjadi seorang guru. 

"Cita-cita aku ingin menjadi guru," ujarnya. 

Malangnya, setelah video pengakuan Yurika itu viral, warga net justru ikut-ikutan membully-nya. 

Perundungan verbal itu berupa komentar maupun ucapan Yurika yang dijadikan sebuah lagu Dj.

Sebagai bentuk empati terhadap Yurika, akun @yogipriandana menggalang donasi untuk membantu kebutuhan Yurika

"Semoga nanti nih dari yang nonton ini, penghasilannya bisa buat hp baru. Amiin buat sekolah dan TikTok," kata Yogi. 

 

Dapatkan Informasi lain dari TribunJakarta.com via saluran Whatsapp di sini.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved