Kisah Muhidin Antar Pesanan Makanan Pakai Sepeda, Motor Buat Ngojol Rusak,Penghasilan Cuma Rp20 Ribu

Muhidin, driver ojek online (ojol) asal Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat tak patah arang sekalipun motornya rusak.

Instagram abi_fatimah_fahira
Muhidin, ojol asal Bekasi yang tak patah arang meski motornya rusak. Kini ambil orderan makanan dengan sepeda. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Muhidin, driver ojek online (ojol) asal Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat tak patah arang sekalipun motornya rusak.

Ia tetap bekerja demi menafkahi istri dan lima anaknya menggunakan sepeda.

Aplikasi ojolnya selalu dinyalakan setiap hari. Bedanya, kini ia hanya menerima pesanan makanan saja. 

Motor yang rusak membuatnya tak memungkinkan menarik penumpang.

"Bapak muhidin bapak 5 anak asli Betawi yang tinggal di kp kebantenan jati asih tepatnya seberang ayam kq5 jati asih.kami berjumpa ketika beliau sedang duduk di teriknya matahari dgn sepedanya.. motornya telah lama rusak namun beliau tetap harus berjuang demi istri dan 3 anaknya yang masih ada dirumah ..," dikutip dari akun instagram abi_fatimah_fahira, Selasa (12/11/2024).

Penghasilannya pun sudah pasti berkurang. Sebab hanya pesanan makanan yang diandalkannya.

Bila akunnya berbunyi, ia segera mengayuh sepedanya menuju restoran.

Jaket ojol dan helm ojol tak lupa dikenakan sekalipun yang digowesnya sepeda.

"penghasilan 20.800 jam 15 sore dihari itu tentu saja tidak cukup untuk hidup keluarganya, ditambah hanya bisa mengambil order makanan saja," sambungnya.

Jarak antara restoran dengan rumah pelanggan tak pernah jadi masalah untuknya.

lihat fotoSeorang saksi mata bercerita mengenai insiden kecelakaan yang terjadi di Tol Purbaleunyi, Jawa Barat pada hari ini, Senin (11/11/2024).
Seorang saksi mata bercerita mengenai insiden kecelakaan yang terjadi di Tol Purbaleunyi, Jawa Barat pada hari ini, Senin (11/11/2024).

Keringat yang mengucur tak dirasakannya lagi. Namun, karena keterbatasan, pesanan makanan kerap datang tak tepat waktu.

Tak jarang Muhidin diomeli oleh pelanggannya gegara lama hingga membuat makanan dalam kondisi dingin.

Kisah sedihnya tak berhenti sampai situ saja. Ponsel yang digunakan Muhidin untuk bekerja juga sudah retak.

Namun ia tetap bersabar dan tetap berjuang demi menafkahi keluarganya. 

Ia memastikan anak dan istrinya tak kelaparan sekalipun hidupnya susah.

"insyaa Allah akn ada orang baik untuk bapak muhidin bapak Betawi asli di rumah sendiri dikerasnya kehidupan kota," jelasnya.

Semangat juang Muhidin membuat banyak hati tersentuh. Selain doa, mereka juga menyisihkan sebagian rezeki agar Muhidin bisa memiliki motor dan ponsel baru hingga uang tunai.

Tangis haru terdengar jelas dari depan rumah Muhidin. Ia pun langsung sujud syukur atas berkah yang didapatnya.

"Ma syaa Allah tabarakallah, hari ini alhamdulillah kegiatan penyaluran donasi kepada bapak muhidin ojol sepeda berjalan dgn lancar krn Allah. Abi ucapkan banyak terima kasih terkhusus kepada 113 donatur yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Insyaa alah sedekah ini menjadi amal jariyah sebagai naungan pertama sejak alam kubur juga terima kasih atas semua dukungan dan doa untuk keluarga pak muhidin baik di IG maupun di tik tok. Barakallahu fikum," pungkasnya.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved