TOPIK
Aksi 22 Mei
-
unggahan DS di Facebook diketahui oleh pemilik akun lainnya, sehingga siapapun yang membaca unggahan itu akan menimbulkan kebencian dan amarah.
-
Wiranto berharap pihak kepolisian dapat segera mengusut tuntas soal ancaman pembunuhan kepada sejumlah tokoh nasional.
-
"Saya gak tahu pekerjaannya. Anaknya saya juga gak tahu. Setahu saya dia jadi anggota Angkatan Laut kan, udah dari situ udah jarang ketemu," katanya.
-
Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar menangkap DS terkait penyebaran informasi bohong kerusuhan 21-22 Mei.
-
Hermawan Sulistyo mengungkapkan ciri-ciri dari pemimpin lembaga survei yang menjadi incaran pembunuhan itu.
-
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian membeberkan empat tokoh nasional yang menjadi target pembunuhan. Apa reaksi Wiranto?
-
Handphone (HP) perempuan ngaku petugas PMI di tengah aksi 22 Mei 2019 itu langsung disita oleh petugas dan dibanting.
-
Kapolri Jenderal Tito Karnavian membeberkan nama empat tokoh nasional yang menjadi target pembunuhan sekelompok orang.
-
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menyatakan Pemberian uang pecahan dolar Singapura untuk membunuh tokoh nasional
-
Mahfud MD, menyebut bahwa peluang menang atau kalah pasangan calon (paslon) nomor urut 02 ada di tangan MK.
-
Sejak Irfansyah (45) alias IR ditangkap, Angel (28) sudah dua kali datang ke Polda Metro Jaya untuk membesuk sang suami.
-
Ali Mochtar Ngabalin diisukan sebagai satu dari empat tokoh yang nyawanya diincar oleh sekelompok pembunuh bayaran.
-
Sang istri, Angel, mengomentari soal uang Rp 5 juta yang katanya didapat Irfansyah dari HK, koordinator eksekutor 4 tokoh nasional.
-
Kendati rumahnya dipenuhi stiker Prabowo-Sandi, Angel mengaku tak tahu soal afiliasi politik suaminya.
-
Angel membuat pengakuan soal uang Rp 5 juta untuk suaminya, Irfansyah atau IR, yang disebut polisi sebagai honor dari HK untuk menjadi eksekutor.
-
Kepala Badan Intelijen Strategis TNI 2011-2013, Laksamada Muda Suleman Ponto tanggapi soal kerusuhan 22 Mei yang terjadi di beberapa wilayah Jakarta.
-
Andre Rosiade mengaku bingung dengan keberadaan ambulans Gerindra yang mengangkut batu di aksi 22 Mei.
-
Irfansyah (45) dipegangi senjata api. Ia satu dari empat esekutor yang dkomandoi HK untuk menghabisi empat tokoh nasional dan pimpinan lembaga survei.
-
Saat itu, mereka hanya ingin menghibur diri setelah sama-sama lelah bertugas dalam mengamankan dan meliput aksi 22 Mei di Jakarta.
-
Enam tersangka baru itu memiliki peran berbeda, mulai dari pembelian senjata api hingga peran menyusup ke kerumunan massa pada aksi 22 Mei.
-
Polisi menetapkan enam tersangka aktor aksi penyusupan demonstrasi 21-22 Mei 2019 lalu.
-
Dari 6 dalang kerusuhan tersebut ternyata ada yang merupakan purnawira perwira tinggi.
-
Tak cuma tokoh nasional, segerombolan pembunuh bayaran itu juga berniat menghabisi nyawa pimpinan sebuah lembaga survei.
-
Bentuk apresiasi Garda dengan memberikan karangan bunga, makanan serta silaturahmi dengan petugas yang berjaga di Bawaslu RI.
-
Sebelum ditangkap, sang suami memang mengatakan akan mengikuti aksi unjuk rasa yang digelar di Bawaslu pada 21 Mei 2019.
-
"Kabar saya baik, tidak, tidak trauma. Saya mulai jualan dari jam lima sore tadi," kata Rajab.
-
"Mudah-mudahan dengan kehadiran pak Kapolri semangat personel pengawalan kita jadi bangkit lagi karena bapaknya sudah menjenguk. Saya kira itu."
-
Rajab mengatakan, pada pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB dirinya bertemu dengan Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita.
-
IR atau Irfansyah, satu dari empat eksekutor yang dibekali senjata api untuk menghabisi empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.
-
Iqbal menjelaskan kedatangan Tito guna memberi semangat kepada personel Brimob yang terluka.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved