Demo di Jakarta

Maspupah Ungkap Polisi Beri Santunan Rp 10 Juta Setelah Anaknya Tewas Usai Demo Pelajar di DPR

Ia mengatakan, santunan sebesar Rp 10 juta diberikan Polisi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (26/9/2019).

Maspupah Ungkap Polisi Beri Santunan Rp 10 Juta Setelah Anaknya Tewas Usai Demo Pelajar di DPR
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Maspupah, ibu Maulana Suryadi, saat ditemui di kediamannya di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN LAMA - Maspupah (50), ibunda Maulana Suryadi alias Yadi (23), warga yang tewas seusai demo pelajar di sekitar gedung DPR RI mengatakan polisi memberikannya santunan.

Ia mengatakan, santunan sebesar Rp 10 juta diberikan Polisi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (26/9/2019).

Saat itu, Maspupah baru saja diantar untuk melihat jenazah putra sulungnya.

"Saya dikasih amplop isinya Rp 10 juta. Katanya buat biaya urus jenazah Yadi. Saya nggak banyak omong, takut," kata Maspupah saat ditemui di rumah kontrakannya di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019).

"Saya terima. Terus terang saya nggak punya duit, parkiran lagi sepi kan," tambahnya.

Sehari-hari, Maspupah bekerja sebagai juru parkir di Pasar Tanah Abang. Begitu juga dengan Yadi.

Sebelum tewas, Yadi ditangkap Polisi lantaran dianggap sebagai salah satu perusuh pada demonstrasi di sekitar Gedung DPR.

Menurut Polisi, Yadi tewas karena sesak napas setelah menghirup gas air mata yang ditembakkan Polisi.

Namun, Maspupah menilai ada kejanggalan pada kematian anaknya. Ia menduga Yadi mendapat penganiayaan sebelum tewas.

Saat dimandikan jenazahnya keluar darah dari hidung, kupingnya juga. Punggungnya biru-biru," ujarnya.

Prada Budi Si Suku Anak Dalam Pulang Kampung, Ini Kisah Harunya

Prakiraan Cuaca di Jakarta dan Sekitarnya Menurut BMKG Hari Jumat 4 Oktober 2019

Awalnya Ragu, Istri Akhirnya Mau Diajak Selingkuhan Bunuh Suami Pakai Racun: Kalau Ketahuan Gimana?

Menurut pengakuannya, darah tersebut masih mengucur dari hidung dan kuping jenazah Yadi saat akan dimakamkan.

Maspupah pun sempat menunjukkan foto yang menunjukkan kain kafan sebagai pembungkus jenazah Yadi berlumuran darah.

Ia sempat bertanya kepada seorang Polisi perihal kejanggalan yang dirasakannya.

"Polisi bilang itu karena penyakit asmanya," ucap Maspupah.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved