Breaking News:

Mapolsek Ciracas Dirusak

Pangdam Jaya: Korban Sipil Penyerangan Polsek Ciracas Tidak Bersalah

TNI AD kembali menyatakan permintaan maaf kepada para korban sipil yang jadi korban terkait penyerangan Polsek Ciracas.

Penulis: Bima Putra | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman saat menemui korban sipil yang mengadu ke Posko Pengaduan di Koramil Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (3/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - TNI AD kembali menyatakan permintaan maaf kepada para korban sipil yang jadi korban terkait penyerangan Polsek Ciracas pada Sabtu (29/8/2020) lalu.

Ini disampaikan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman saat menemui 76 korban sipil yang datang mengadu ke Posko Pengaduan di Koramil Kramat Jati.

"Tentunya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Karena orang yang tidak bersalah menjadi korban, tidak mengerti apa-apa," kata Dudung di Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (2/9/2020).

Selain meminta maaf secara langsung, Dudung yang memimpin pemberian santunan dan ganti rugi menyempatkan berdialog dengan sejumlah korban.

Polres Metro Tangerang Kota Gagalkan Peredaran 200 Kilogram Ganja Asal Aceh

Dia mendatangi para korban yang sebelumnya melapor ke Posko Pengaduan lalu menanyakan kerugian yang diderita dan bagaimana kondisi mereka.

"Oleh karenanya nanti ada yang diberi santunan. Salah satunya contoh yang luka-luka, berapa biaya rumah sakitnya, nanti akan kita bantu, kita lunasi, dan kita tambah dengan santunan," ujarnya.

Dudung memastikan seluruh korban bakal mendapat ganti rugi dan santunan sesuai yang dijanjikan KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa pada Minggu (30/8/2020).

Bila ada warga yang jadi korban penyerangan oknum anggota TNI AD, dia mengimbau agar mereka segera melaporkan ke Posko Pengaduan.

Soal MRT Jakarta Fase Ke-2, Begini Proses Pembongkaran JPO Bank Indonesia

Baik warga yang mengalami kerugian materil dan luka fisik dapat datang ke Posko Pengaduan yang dibuka hingga Sabtu (5/9/2020) mendatang.

"Kedua bagaimana pemulihan secara psikologi masyarakat. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, tidak perlu khawatir ke kami TNI, itu hanya segelintir orang saja. Kami sangat dekat dengan masyarakat," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved