Narapidana China Kabur
Kabur dari Lapas Tangerang, Bandar Narkoba Pakai Obeng Buat Gali Terowongan Sepanjang 30 Meter
Polres Metro Tangerang Kota mengumpulkan barang bukti yang diduga digunakan Cai Ji Fan untuk melarikan diri dari Lapas Kelas I Tangerang.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ia menjelaskan, 30 diantaranya akan dipindahkan ke Lapas Kelas 1 Batu yang berstatus Lapas Super Maximum Security.
Kemudian 30 lainnya akan dipindahan ke Lapas Kelas IIA Cilegon.
Rika menuturkan, kegiatan itu merupakan rangkaian pemindahan Narapidana bandar narkoba yang telah dilakukan sebelumnya.
Pasalnya, lebih dari 300 narapidana bandar narkoba dari beberapa wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Yogyakarta, Lampung, Kalimantan Barat ke Lapas Super Maximum Security Nusakambangan dan akan terus dilakukan secara kontinyu.
"Pemindahan ini adalah wujud komitmen tegas perang terhadap narkoba dari jajaran Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI, juga sebagai bagian upaya deteksi dini terhadap hal-hal yang bisa menjadi ancaman dan gangguan keamanan dan ketertiban di lapas," jelas Rika.
Diberitakan sebelumnya, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) alias narapidana di Lapas Kelas I Tangerang berhasil melarikan diri.
Narapidana asal Cina bernama Cai Ji Fan tersebut melarikan diri melalui gorong-gorong yang ia gali sendiri sampai keluar Lapas.
Dari informasi yang dihumpun, Cai Ji Fan merupakan tahanan kasus narkoba yang divonis hukuman mati.
"Ya mas benar memang ada napi yang kabur dari Lapas Klas I Tangerang," aku Kepala Lapas Klas I Tangerang, Jumadi saat dikonfirmasi, Jumat (18/9/2020).
• Pasca-narapidana Kabur, Puluhan Bandar Narkoba Lapas Kelas 1 Tangerang Dipindahkan
• Buruh di Bekasi Nyambi Jadi Pengedar Sabu, 18 Paket Narkoba Siap Edar Berhasil Diamankan
Kendati demikian, Jumadi tidak bisa membeberkan fakta lebih rinci terutama kronologis kaburnya narapidana asal Cina tersebut.
"Saya belum bisa menjelaskan ya lengkapnya, karena sudah diambil alih oleh Dirjen Permasyarakatan," tambah dia lagi.
Sebagai informasi, Cai Ji Fan yang di vonis mati sejak tahun 2017 lalu, memanfaatkan kelengahan petugas sehingga dapat melakukan penggalian yang tidak tercium oleh petugas.
Kondisi saluran air yang digunakan pelaku untuk kabur pun terlihat seperti dibendung agar air di saluran tak mengalir secara baik.