Cerita Kriminal

Anak Anggota DPRD Divonis 7 Tahun Kasus Persetubuhan, Pengacara Sesalkan Sikap Orangtua Korban

Anak anggota DPRD Kota Bekasi AT (21) divonis 7 tahun penjara dalam kasus persetubuhan anak di bawah umur.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Tersangka kasus pencabulan AT (21) yang merupakan anak anggota DPRD Kota Bekasi saat di Polres Metro Bekasi Kota, Jumat (21/5/2021). Dalam kasus ini, AT divonis 7 tahun penjara. 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Anak anggota DPRD Kota Bekasi AT (21) divonis 7 tahun penjara dalam kasus persetubuhan anak di bawah umur.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Kota Bekasi, terdakwa AT dianggap terbukti bersalah dan dijatuhkan UU 35 Pasal 81 KUHP Tentang Persetubuhan dengan Anak di Bawah Umur.

Putusan tersebut lebih rendah dibandingkan tuntutan dari jaksa penuntut umum.

"Tuntutan jaksa 8 setengah tahun, tetapi majelis hakim memutuskan perkara ini 7 tahun ditambahkan restitusi 10 juta, restitusi ini uang ganti terhadap korban," kata Kuasa Hukum AT Bambang Sunaryo, Jumat (3/12/2021).

Sesalkan Sikap Orangtua Korban

Baca juga: Heboh Pemberitaan Laporkan Ibu Kandung ke Polisi Gegara Warisan, Sonya Angkat Bicara: Itu Tak Benar

Berdasarkan fakta-fakta persidangan, Bambang menyampaikan memang AT terbukti melakukan persetubuhan dengan korban berinisial P.

Hanya saja, diungkapkan oleh Bambang jika P sebenarnya sudah terlebih dahulu melakukan Open BO kepada laki-laki lain sebelum mengenal AT.

Selain itu, jika orangtua korban sebenarnya mengetahui keduanya tinggal bersama tanpa adanya ikatan.

Tersangka kasus pencabulan AT (21) yang merupakan anak anggota DPRD Kota Bekasi saat di Polres Metro Bekasi Kota, Jumat (21/5/2021).
Tersangka kasus pencabulan AT (21) yang merupakan anak anggota DPRD Kota Bekasi saat di Polres Metro Bekasi Kota, Jumat (21/5/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

"Saya sayangkan orang tua P ini sejatinya mengatahui bahwa AT dan P ini sudah hidup serumah selama satu bulan dan sering ditengok, ada pembiaran ini terhadap P sendiri orangtuanya mengatahui," katanya.

Terkait putusan tersebut, Bambang mengaku sudah membicarakan dengan orangtua AT sebagai terdakwa.

Dari pembicaraan itu, pihak keluarga tidak akan melakukan upaya banding atas putusan yang diberikan kepada terdakwa 7 tahun penjara.

"Jadi saya berkoordinasi dengan orang tuanya (mksdnya bapaknya AT) sudah diterima saja, tidak usah banding. Artinya perkara ini sudah inkrah," ujarnya.

AT yang merupakan anak seorang Anggota DPRD Kota Bekasi melakukan perbuatannya kepada korban di kamar kos daerah Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Adapun AT diserahkan sendiri oleh ayah kandungnya ke Polres Metro Bekasi Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Baca juga: Dari Tahanan, Anak Anggota DPRD Kota Bekasi Masih Jalin Komunikasi dengan Korban

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved