Pemuda Indonesia, Nation Branding, dan Indonesia Emas

Di tahun 2045, Indonesia akan berusia 100 tahun alias satu abad. Pada tahun tersebut, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi.

Tayang:
Editor: Muji Lestari
Istimewa
Imam Nuraryo, Dekan Fakultas Komputer dan Komunikasi, Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie (IBIKKG). 

Oleh Imam Nuraryo, Dekan Fakultas Komputer dan Komunikasi, Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie (IBIKKG)

TRIBUNJAKARTA.COM - Di tahun 2045, Indonesia akan berusia 100 tahun alias satu abad.

Harapan kita tentunya negara kita sudah selevel dengan negara – negara maju seperti Jepang, negara – negara di Eropa Barat dan Amerika Utara. Sudah sepatutnya perlu memikirkan dan mempersiapkan sejak saat ini.

Sumber daya manusia yang memiliki kualitas dan kompetensi yang dapat menghadapi tantangan hidup dalam membangun Indonesia pada usia emas tersebut.

Ulang tahun emas kemerdekaan Indonesia akan dialami oleh pemuda Indonesia. Pada masa itu kelak, Nasib bangsa ini ada di pundak pemuda-pemudi ini.

Mereka akan berusia sekitar 50  tahunan, yang notabene adalah puncak karier mereka. Selain itu, bayi lahir pada tahun tersebut akan menjadi penduduk berusia produktif pada 2045 mendatang.

Pada tahun tersebut, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70 persen-nya dalam usia produktif (15-64 tahun).

Sedangkan sisanya 30 persen merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun) pada periode tahun 2020-2045. 

Sebagai tambahan informasi, menurut Badan Pusat Statistik tahun 2022 jumlahnya 65,82 juta atau 24 persen penduduk Indonesia (282 juta). Jadi, satu dari empat penduduk Indonesia adalah pemuda.

Tahun 2045 nanti diperkirakan penduduk Indonesia kira-kira 328 juta. Oleh karena itu, 24 persen nya kira-kira 80 juta adalah pemuda. Singkatnya, penduduk usia produktif di Indonesia pada saat nanti adalah mayoritas adalah pemuda.

Era bonus demografi adalah masa ketika jumlah penduduk dengan usia produktif (15 – 64 tahun ) lebih banyak daripada usia non produktif (0 – 15 tahun, >64 tahun ).

Angkatan kerja tersebut umumnya adalah pemuda yang sekarang duduk di bangku SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.

Kata “bonus” sendiri maknanya adalah “keuntungan yang di dapat sebagai konsekwensi atas apa yang telah seseorang lakukan”. Sedangkan “demokrasi” artinya ilmu yang mempelajari tentang dinamika kependudukan.

Usia produktif penduduk Indonesia mencapai 70 persen sepanjang tahun 2020-2030. Hal tersebut merupakan salah satu potensi dan peluang berharga bagi Indonesia untuk menjadi negara besar.

Tiga hal yang perlu diperhatikan untuk merawat generasi tersebut adalah pertama, memberikan pendidikan berkualitas.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved