Pemuda Indonesia, Nation Branding, dan Indonesia Emas

Di tahun 2045, Indonesia akan berusia 100 tahun alias satu abad. Pada tahun tersebut, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi.

Editor: Muji Lestari
Istimewa
Imam Nuraryo, Dekan Fakultas Komputer dan Komunikasi, Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie (IBIKKG). 

Oleh karenanya, penting untuk membangun Sumber Daya Manusia yang berkualitas, unggul, produktif, berbudaya, berkarakter dan menguasai iptek, membentuk komunitas berbasis hobi, isu profesi, minat, bakat dengan format yang mendidik dan menghibur.

Memperbanyak ajang kompetisi prestasi yang mana gelaran pencarian bakat di banyak bidang yang melibatkan berbagai praktisi merupakan salah satu cara menyalurkan kreativitas Pemuda.

Disamping itu, mendorong para pemuda akan mampu berprestasi di luar negeri. Para pemuda yang telah lulus pendidikan tidak melulu harus mencari pekerjaan melainkan menciptakan pekerjaan atau berwirausaha.

Oleh karena itu, perlu dipikirkan untuk menyiapkan program pelatihan tersertifikasi yang akan melibatkan berbagai elemen kepemudaan di akar rumput.

Hal kedua yang perlu dipahami pemuda Indonesia dalam menyongsong era Indonesia Emas adalah menyadari bahwa Indonesia adalah negeri multikultural, dengan keragaman suku bangsa.

Tentunya ini harus betul-betul dirawat dan dijaga, terutama oleh pemuda-pemudi Indonesia. Indonesia merupakan negara besar, makanya ini harus kita rawat betul.  Generasi muda mengingat kembali sejarah Kemerdekaan Indonesia sebagai acuan dan semangat menuju Indonesia Emas 2045, ditengah gempuran budaya populer seperti Korean Pop atau budaya dari Barat.

Para pemuda Indonesia wajib mendukung upaya-upaya memperkaya budaya melalui kepemimpinan dan kewiraswastaan.

Upaya-upaya tersebut, antara lain, mendukung industri kreatif dalam memperkaya budaya-budaya tradisional; menerapkan prinsip kewiraswastaan dalam usaha pembangunan sosial; menampung keinginan positif para pemuda yang dapat memberikan dampak konstruktif pada masyarakat; mengembangkan sejumlah program interaksi dan pertukaran budaya; menerapkan dan mengembangkan bahasa tradisional dan dialek lokal, ritual dan budaya bangsa; memfasilitasi para pemuda dalam mengekspresikan dan mengembangkan kekayaan budaya lokal, nasional, dan regional.

Selain dalam bidang kemimpinan dan kewiraswastaan, para pemuda Indonesia perlu juga sepakat untuk memperkaya budaya melalui pendidikan dengan upaya-upaya antara lain mendukung program studi seni dan budaya; mengembangkan pemahaman dan apresiasi budaya, adat, keyakinan yang berbeda di Indonesia melalui pendidikan, pelatihan, program magang maupun pertukaran; mendorong pertukaran pelaku budaya dan pelajar di kalangan internasional; serta mendukung beasiswa dan program magang di bidang budaya.

Pemuda perlu memperhatikan kembali makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara kita, pemuda Indonesia perlu menyadari keberagaman adalah aset utama bangsa Indonesia. Keberagaman ini antara lain tampak dalam bidang seni, budaya, kuliner, dan sejarah.

Di antara kelebihan dan kekurangan terkait persepsi tentang Indonesia, keberagaman atau diversity menjadi kekuatan Indonesia yang layak ditonjolkan di dunia internasional. Keberagaman adalah keunggulan kita.

Anholt (2016) menyebutkan bahwa Bhinneka Tunggal Ika merupakan motto yang paling tepat untuk seluruh bangsa di abad ke-21. Simon Anholt merupakan pelopor The Good Country Index, dan dianggap sebagai pelopor citra atau branding dari sebuah negara, serta tempat berdasarkan ukuran-ukuran tertentu.

Citra Bangsa atau Nation Branding tidak sekedar membuat logo atau tagline baru, tapi bagaimana menginspirasi dan bergerak bersama mewujudkan goal sesuai citra itu.

Riset ini dilakukan di 16 negara yang dengan wawancara secara langsung, sehingga menjamin kualitas yang akurat baik. Riset yang dilaksanakan sejak Juni hingga Desember 2016 ini menitikberatkan kepada pengetahuan dan pandangan mengenai Indonesia, seperti apakah anda memahami benar tentang Indonesia?, ‘Bagaimana anda melihat Indonesia terhadap kompetitor?, ‘Apa persepsi kelemahan atau kelebihan tentang Indonesia?, dan lain-lain.

Berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan FutureBrand dan The Good Country Index, harus diakui, peringkat Citra Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan negara lain.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved