Pemuda Indonesia, Nation Branding, dan Indonesia Emas

Di tahun 2045, Indonesia akan berusia 100 tahun alias satu abad. Pada tahun tersebut, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi.

Editor: Muji Lestari
Istimewa
Imam Nuraryo, Dekan Fakultas Komputer dan Komunikasi, Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie (IBIKKG). 

Kedua yakni lapangan kerja yang cukup dan memberikan insentif bagi pemuda untuk membuka lapangan kerja. Ketiga adalah membuka kesempatan seluasnya bagi pemuda untuk berpartisipasi baik dalam politik, sosial, maupun ekonomi, jumlah pemuda.

Bila kita tidak memanfaatkan “Bonus Demografi” tersebut, justru berbalik akan menjadi dampak buruk, terutama masalah sosial seperti kemiskinan, kesehatan yang rendah, pengangguran, dan tingkat kriminalitas yang tinggi. Untuk itu,  perlu membangun karakter bangsa yang beradab dan bermartabat.

Orang yang memiliki integritas, sesuai dengan perbuatan dengan komitmen yang diucapkan, mampu menjaga diri dari perbuatan tercela dan salah, seperti korupsi, kolusi, dan pemecah belah bangsa.

Untuk membangun karakter bangsa yang kuat, perlu upaya konkrit untuk menghadirkan nilai-nilai perdamaian, akhlak, dan budi pekerti, yang saat ini banyak ditinggalkan anak-anak muda.

Menengok kembali peran Pemuda Indonesia ke belakang dimana sejarah mencatat berbagai masa revolusi di Indonesia, sudah dilalui oleh bangsa ini dengan pergerakan pemudanya.

Deklarasi Sumpah Pemuda, merupakan salah satu bukti bahwa pemuda Indonesia memilki peran penting  dalam perjuangan bangsa.

Lahirnya sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 menjadi tonggak utama dalam sejarah pergerakan   pemuda seluruh Indonesia dalam semangat kemerdekaan Indonesia.

Berlanjut pada era perjuangan Indonesia pada tahun 1945 dalam memberanikan diri meproklamirkan kemerdekaan.

Pergerakan  pemuda masih  terus berlangsung  dalam melawan kediktaktoran pemimpin bangsa sehingga berhasil meruntuhkan kekuasaan orde baru  pada tahun 1998 yang juga sekaligus  mengantarkan  bangsa Indonesia  pada masa reformasi. Ini membuktikan bahwa dalam sejarah peradaban bangsa, pemuda adalah aset bangsa yang sangat mahal dan tidak ternilai harganya.

Pemuda adalah tonggak  bagi kemajuan  dan pembangunan bangsa. Generasi muda menjadi komponen penting  yang perlu dilibatkan dalam pembangunan sebuah bangsa. Hal ini dikarenakan generasi muda  memiliki fisik yang  kuat, pengetahuan  yang baru, inovatif  dan juga  memiliki  tingkat kreatifitas  yang tinggi. Tanpa adanya peran pemuda sebuah bangsa  akan sulit  mengalami perubahan.

Pemuda Indonesia dengan segala karakter yang membentuknya dan perannya dari masa ke masa, tentunya akan sangat memiliki pengaruhnya pada citra dan reputasi dari bangsa ini.

Salah satu karakter pemuda adalah memiliki tingkat adopsi yang tinggi dalam penggunaan media sosial.

Hal ini merupakan salah satu faktor yang menguntungkan dalam membentuk citra bangsa (Nation Branding) dalam dalam implementasinya dapat berjalan dengan baik. Mundo (2003) dalam artikel “Getting the youth involved in nation branding” menyatakan bahwa tinggi rendahnya pemahaman pemuda akan budaya bangsanya memiliki pengaruh yang positif terhadap sikap mereka dan perilaku mereka melakukan branding nation melalui media sosial yang mereka gunakan.

Berdasarkan uraian tadi maka terdapat beberapa hal yang perlu adanya dorongan kepada pemuda Indonesia untuk memahami aspek yang berpengaruh pada kesiapan kita menjelang era Indonesia emas nanti Untuk mem-branding bangsa kita yang positif.

Pertama adalah Pemuda Indonesia harus tumbuh dengan kesadaran bahwa kekerasan bukan jalan yang benar untuk menyelesaikan konflik. Melainkan ilmu, pemahaman, dan kerjasama, yang harus diutamakan.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved