Tempeleng Mahasiswa Hingga Matanya Bengkak, Seorang Dosen UNM Dinonaktifkan, Ini Kata Dekan FBS

Jika seharusnya tenaga pendidik memberikan contoh yang baik untuk anak didiknya, hal ini tidak berlaku untuk AA seorang dosen di UNM.

Tempeleng Mahasiswa Hingga Matanya Bengkak, Seorang Dosen UNM Dinonaktifkan, Ini Kata Dekan FBS
Tangkapan Layar Tribun-Timur
KRONOLOGI Dosen UNM tampar mahasiswa saat ngajar gara-garap pegang HP, si dosen kini dibebas tugaskan. 

Sebelum menjatuhkan sanksi, Syukur Saud selaku pejabat tertinggi FBS UNM, memanggil korban dan pelaku untuk melakukan konfirmasi.

10 Bulan Tak Terlihat Warga, Perempuan Ini Ditemukan Sudah Jadi Mayat dan Tinggal Tulang Belulang

BERITA FOTO: Tangis Pecah Saat Tim Putri SMA 1 Jakarta Juara Honda DBL DKI Jakarta North Region

"Mereka mengakui perbuatan itu," kata Syukur Saud sekaligus mantan Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman FBS UNM.

AA, dosen FBS yang terlibat langsung membenarkan bahwa ia memukul mahasiswanya saat proses perkuliahan.

Namun AA membantah menampar wajah mahasiswa.

Ia hanya mengakui bahwa ia memukul punggung NU dengan menggunakan kertas catatan yang dimilikinya.

Ia pun terkejut setelah mengetahui mata NU bengkak karena dugaan tamparan yang dilakukannya.

Dua Artis Stand Up Comedy Berinisial RN dan DN, Tertangkap Basah Mengonsumsi Sabu di Tangerang

AA juga berharap mahasiswa lain yang berada di samping NU saat tindak kekerasan tersebut terjadi dipanggil untuk bersaksi agar tidak ada informasi sepihak.

"Saya kurang tahu kalau dia punya visum atau apa. Malamnya saya dipanggil pimpinan, saya akui ada seperti itu, tapi saya bilang ada keanehan kenapa bisa matanya ini anak bengkak. Nah, di situ saya ingat ketika saya pukulkan kertas di punggung bagian kirinya anak itu respons menoleh ke kiri juga," ujarnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini bermula saat Abdul Aziz sekaligus dosen mata kuliah fonologi atau ilmu tentang perbendaharaan bunyi-bunyi (fonem) bahasa dan distribusinya sedang mengajar di ruang kelas, Selasa (27/8/2019).

Halaman
1234
Penulis: Muji Lestari
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved