Breaking News:

Pintu Tertutup Rapat hingga Listrik Dipadamkan, Warga Kompak Tak Gubris Polisi soal Ledakan Petasan

Pintu tertutup rapat dan listrik dipadamkan, warga satu desa kompak enggan tunjukan lokasi ledakan petasan ke polisi.

Editor: Elga H Putra
surya.co.id/david yohannes
Polisi melakukan olah TKP ledakan mercon di rumah Abdul Rahman, di Dusun Bangunsari, Desa Sukorejo Wetan, Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung, Selasa (11/5/2021). Pintu tertutup rapat dan listrik dipadamkan, warga satu desa kompak enggan tunjukan lokasi ledakan petasan ke polisi. 

Polisi sempat minta tolong pinjam ember kepada warga untuk merendam petasan itu, namun tidak ada satu pun yang memberikan.

Polisi harus mengambil ember dari Mapolsek Rejotangan.

"Ada dua kantong bubuk mesiu tersisa yang diamankan," ujar Hery.

Serbuk mesiu yang ditemukan di lokasi sekitar 4 kilogram.

Hasil olah TKP Selasa siang, ada dua selongsong kertas, sumbu petasan, ponsel dan sandal ditemukan.

Polisi membawa sejumlah barang bukti dari lokasi ledakan mercon di Desa Sukorejo Wetan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Selasa (11/5/2021).
Polisi membawa sejumlah barang bukti dari lokasi ledakan mercon di Desa Sukorejo Wetan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Selasa (11/5/2021). (surya.co.id/david yohannes)

Ledakan mercon ini membuat dua orang meninggal dunia, yaitu Mohammad Asrosi (25) dan M Nuzul Ilham (21).

Sedang korban luka berat ada dua, Andik Sugianto (35) dan M Zaenal Arifin (23).

Kemudian untuk korban luka ringan adalah M Giofani Prasetyo(21), Faisol Al Asnawi (27), Dani wijaya Putra (19), Shofian Efendi (20) dan Abil (21).

Pengakuan Korban Selamat

Shofian dan satu rekannya sudah boleh keluar dari rumah sakit dan tengah diperiksa di Mapolsek Rejotangan.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved