Breaking News:

Sebanyak 1.377 WN Jepang Masuk Indonesia Melalui Bandara Soetta dalam 10 Hari

Sebagai informasi, pergerakan penumpang rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta diprediksi menurun mulai pekan ini.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Acos aka Abdul Qodir
Warta Kota/Nur Ichsan
Ilustrasi - Kedatangan warga negara asing (WNA) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (29/12/2020). 

Sehingga, total selama 10 hari total perlintasan WNA dan WNI yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta sebanyak 22.507 orang.

Baca juga: Badan Tegap dan Gerak-gerik Mencurigakan di Soetta, 12 WN Srilanka Ditolak Masuk Indonesia

"Sementara yang meninggalkan Indonesia sebanyak 15.841 orang baik WNI ataupun WNA," tutup Sam.

Sebagai informasi, pergerakan penumpang rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta diprediksi menurun mulai pekan ini. 

Sebab, Bandara I Gusti Ngurah Rai kembali membuka penerbangan Internasional mulai hari ini.

Senior Manager of Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II, M Holik Muwardi mengatakan, dibukanya kembali rute internasional dari dan ke Bandara Ngurah Rai akan mempengaruhi pergerakan penumpang dan penerbangan.

"Bandara Ngurah Rai akan dibuka untuk penerbangan internasional pada tanggal 14 Oktober dan tentunya ini juga berpengaruh. Karena sekarang kami ada beberapa (penerbangan) yang langsung dari dan ke Bali," kata Holik.

Baca juga: Jakarta Resmi Tuan Rumah Formula E 2022, Ketua DPRD DKI Ngotot Gulirkan Interpelasi

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta, Darmawali Handoko menjelaskan, pihaknya tetap akan mengacu pada Addendum Surat Edaran (SE) Nomor 18 Tahun 2021.

Peraturan tersebut Tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Covid-19.

"Bahwa setiap negara bisa masuk asal sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan imigrasi yaitu ketentuan tentang kependudukannya," jelas Handoko.

Aturannya sampai saat ini, menurut dia pun masih sama.

Yakni penumpang internasional wajib melakukan swab PCR sebanyak dua kali dan dilakukan karantina selama delapan hari.

"Wajib dilakukan dua kali swab (PCR) dan sampai saat ini surat edaran yang masih ada yaitu delapa hari karantina," tutup Handoko. 

 
 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved