Obat Kedaluwarsa

Sederet Fakta Ibu Hamil Diberi Obat Kedaluwarsa: Puskesmas Ingin Laporan Dicabut, Suami Dipecat

dr. Agus juga tak mau memberikan keterangan terkait hasil mediasi. Ia kembali melempar keterangan ke pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Sederet Fakta Ibu Hamil Diberi Obat Kedaluwarsa: Puskesmas Ingin Laporan Dicabut, Suami Dipecat
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Novi dan suaminya, Bayu saat ditemui di rumahnya, RT 007/RW 01 Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (19/8/2019). 

Meski demikian, laporan polisi yang telah dilayangkan ke puskesmas hingga saat ini masih belum dicabut.

Kuasa hukum korban, Pius Situmorang mengatakan pihaknya masih belum akan mencabut laporan itu meski pihak Puskesmas memintanya.

Ia mengaku akan terus mengawal kasus yang dilaporkan ke Polsek Metro Penjaringan ini.

"Sampai hari ini proses hukum tetap berlanjut, mereka (Puskesmas) pengennya mencabut," ucap Pius di kantor Kelurahan Kamal Muara, Jakarta Utara.

Tidak dicabutnya laporan merujuk pada unsur pidana yang dianggap Pius terpenuhi terkait pemberian obat kedaluwarsa dari Puskesmas Kamal Muara.

Keberadaan barang barang bukti berupa tiga strip obat kedaluwarsa berjenis vitamin B6 yang sudah diserahkan kepada pihak kepolisian juga menjadi pelengkap pelaporan ini.

Selain itu, ditambahkan Pius, proses hukum bisa dilanjutkan lantaran pihak Puskesmas sudah mengakui adanya kelalaian.

"Syarat kasus itukan harus ada dua barang bukti. Menurut kita itu sudah terpenuhi, bukti pertama itu tiga strip obat itu, yang kedua pihak Puskesmas sudah mengakui, berdasarkan pemberitaan," ucapnya.

Korban trauma

Novi Sri Wahyuni (21) saat ditemui di kediamannya, Kamal Muara, Jakarta Utara, Jumat (16/8/2019).
Novi Sri Wahyuni (21) saat ditemui di kediamannya, Kamal Muara, Jakarta Utara, Jumat (16/8/2019). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Novi Sri Wahyuni (21), ibu hamil yang terima vitamin B6 kedaluwarsa dari Puskesmas Kelurahan Kamal Muara, masih mengalami trauma.

Suami Novi, Bayu Randi Dwitara (19) mengatakan istrinya belakangan ini juga sering terbengong-bengong lantaran memikirikan kondisi kesehatannya.

"Ya sekarang jadi sering bengong, sering melamun gitu," kata Bayu saat ditemui TribunJakarta.com di kediamannya, RT 007/RW 01 Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (19/8/2019).

Selain melamun, Novi juga belakangan menjadi takut ketika hendak meminum obat.

Meski demikian, Bayu selalu membujuk sang istri agar meminum obat pengganti vitamin kedaluwarsa yang belakangan sudah ia terima usai dirujuk dari Puskesmas Kelurahan Kamal Muara ke RS BUN.

Obat itu diterima pada Sabtu (17/8/2019) melalui pihak RT di kediamannya.

"Dia jadi takut minum obat. Cuman saya bujuk, jangan dipikirin, udah minum aja," kata Bayu.

Novi sendiri mengaku sudah merasa lebih baik usai meminum obat yang diberikan.

Keluhan seperti pusing dan muntah-muntah usai minum obat kedaluwarsa sejak bulan lalu sudah tak lagi ia rasakan.

Namun, ia masih merasakan sakit di perutnya.

"Masih melilit sakitnya, masih ngerasain gitu, kayak orang mules gitu," ucap Novi.

Suami dipecat karena sering bolos

Bayu Randi Dwitara (19) harus menelan pil pahit usai dipecat dari pekerjaannya karena mengurusi sang istri, Novi Sri Wahyuni (21) yang mengalami masalah kesehatan beberapa waktu lalu.

Di usia kandungannya yang telah 15 minggu, Novi mengalami sejumlah masalah kesehatan seperti pusing, mual, perut melilit, serta muntah-muntah.

Ia menduga masalah kesehatan tersebut terjadi lantaran mengonsumsi puluhan butir vitamin B6 yang sudah kedaluwarsa.

Vitamin yang kedaluwarsa sejak April 2019 itu diberikan oleh Puskesmas Kelurahan Kamal Muara.

Sekitar sepekan penuh di awal Agustus ini, Bayu tidak bekerja dengan maksimal.

Pawang Kuda Lumping Benturkan Kepala ke Genteng Hingga Tewas Saat Atraksi, Ini Kata Kapolres

Catat! SIM Keliling Tangerang Hari Selasa Ada di Pos Polisi Pinang, Ini Daftar Lengkapnya

Liga Inggris: Gagal Kalahkan Wolverhampton Wanderers, Manchester United Melorot di Papan Klasemen

Ia bekerja sebagai seorang operator di pabrik plastik di kawasan Kamal Muara.

Pekerjaan Bayu mesti terbengkalai selama seminggu penuh karena ia harus mengurusi istrinya yang terus-terusan mengeluh.

"Ya karena ngurusin ini saya dipecat. Jadi udah nggak kerja lagi. Di rumah aja ngurusin istri," ucap Bayu saat ditemui, Senin (19/8/2019).

Kesibukan Bayu belakangan ini akhirnya hanya mengurusi Novi, yang kesehatannya belum pulih meski sempat dirujuk ke RS BUN dan mendapatkan obat untuk menghilangkan rasa sakitnya.

Novi juga belakangan menjadi trauma untuk mengonsumsi obat-obatan.

"Saya masih berupaya ngasih tahu, suruh makan buah-buahan, makanan sehat, begitu aja," ucapnya.

Adapun setelah dipecat, Bayu pun mengaku tidak mempunyai penghasilan lainnya.

Bayu akhirnya menggantungkan kebutuhan sehari-hari untuknya dan sang istri dari orang tua.

"Sekarang dari orang tua aja. Alhamdulillah dari orang tua ada buat makan sehari-hari," ucap Bayu.

Sementara itu, dengan adanya kasus ini, Puskesmas Kelurahan Kamal Muara berjanji akan menanggung seluruh biaya pemeriksaan hingga persalinan untuk Novi.

Mereka juga berjanji akan memfasilitasi pengurusan BPJS Kesehatan bagi Novi. (Gerald Leonardo Agustino)

Penulis: erik sinaga
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved