TOPIK
Kontroversi Pin Emas DPRD DKI
-
Idris melanjutkan, pin kuningan tersebut berasal dari stok lama yang disimpan sekwan DPRD Jakarta.
-
"Tapi tidak masalah. Ini kan pilihan politik. Artinya PSI juga hanya mencoba menjalankan apa yang kami yakini, ini yang benar," jelasnya.
-
Anggota DPRD DKI Jakarta terpilih PSI, William Aditya Sarana, mengatakan akan menolak pin emas sebagai simbol pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta.
-
Tapi jika ada pihak yang ogah menerima, harusnya yang bersangkutan menunjukan totalitas idealismenya itu.
-
Dirinya bahkan menyarankan anggota dewan yang menolak pin emas itu untuk turut menolak gaji yang akan diberikan kepada mereka.
-
Iman mengatakan pemberian pin emas itu adalah bentuk penghargaan pemerintah atas kemenangan para anggota DPRD terpilih.
-
Ada persoalan lebih substantif yang membutuhkan anggaran dibandingkan pemberian pin emas kepada para anggota DPRD DKI.
-
“Prinisipnya kami dari awal sudah menolak bahwa pin berbahan emas ini merupakan pemborosan anggaran,” ucapnya, Selasa (20/8/2019).
-
Wujudnya kira-kira sebesar dengan tutup botol selai, tapi benda satu ini menyedot APBD DKI Jakarta sampai Rp 1,3 miliar.
-
Pin emas untuk Anggota DPRD DKI Jakarta menjadi polemik. Anggaran pin emas mencapai Rp 1,3 miliar membuat pro kontra di kalangan politikus.
-
Ima Mahdiah, staf Ahok yang terpilih menjadi anggota dewan periode 2019-2020 mengaku akan membuat tiruan pin emas DPRD DKI Jakarta dari bahan kuningan
-
Ia pun mengaku, PSI lebih memilih membeli replika pin DPRD DKI dari online shop lantaran harganya lebih terjangkau.
-
Nantinya masing-masing anggota DPRD DKI Jakarta itu mendapatkan pin emas 24 karat seberat 5 gram dan 7 gram.